_
Home / Sumut / Program Sumut Agraris Mulai Buahkan Hasil
foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

Program Sumut Agraris Mulai Buahkan Hasil

MEDAN, Waspada.co.id – Upaya Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi menjadikan Sumut sebagai Provinsi Agraris dengan mendorong kabupaten/kota mengembangkan potensi pertanian dan peternakan masing-masing mulai membuahkan hasil.

Kabupaten Batubara yang dicanangkan menjadi sentra domba berhasil mengekspor domba ke Malaysia. Pada Idul Adha 1440 H lalu, sebanyak 250 domba untuk kurban di Johor Bahru seluruhnya berasal dari Batubara. Bahkan, hewan kurban yang disembelih dalam Program ASNAF Mampu Kurban itu meraih The Malaysia Book Records dengan penyembelihan hewan terbanyak.

“Membanggakan, ternyata Batubara sudah ekspor domba dan bahkan menjadi hewan kurban yang disembelih dan meraih The Malaysia Book Records sebagai penyembelihan kurban terbanyak,” ungkap Anggota DPD RI, Parlindungan Purba, di Medan, Rabu (14/8).

Parlindungan mengatakan hal itu usai pulang dari menghadiri acara Program ASNAF Mampu Qurban kerja sama Persatuan Peniaga dan Penjaja Kecil Perling dan Angsaba Johor Bahru, The Malaysia Book Records, dan Komuniti Harapan Malaysia Dun Perling di Angsana Johor Bahru.

Menurutnya, ekspor domba ke Malaysia yang dilakukan dari daerah Batubara menunjukkan bahwa Pemkab Batubara mendukung dan menjalankan program Gubsu dan Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Musa Rajekshah, yakni Membangun Desa Menata Kota.

Parlindungan berharap ekspor domba dari Batubara dan daerah lain di Sumut bisa meningkat terus karena pasarnya masih cukup besar.

“Asia Global, perusahaan impor dan ekspor domba dari Sumut masih membutuhkan banyak domba karena ke depannya, domba dari Sumut itu bukan hanya untuk kebutuhan kurban tetapi juga daging segar dan beku,” ujarnya.

Wakil Bupati Batubara, Oky Iqbal Prima, menyebutkan Pemkab Batubara membuka diri untuk mengembangkan bisnis ekspor domba dengan Asia Global yang sudah dimulai dalam tahun 2019. Dikatakan, Pemkab Batubara berkomitmen kuat untuk mengembangkan industri peternakan, khususnya domba yang sudah memiliki pasar.

Oky pun mengaku senang domba ekspor dari Batubara itu mendapat respon positif dari masyarakat, termasuk pemerintah Johor Bahru. Oky menyebutkan di 12 daerah Batubara ada pengembangan 38 ribu ekor domba, 22 ribu ekor kambing, dan 36 ribu ekor sapi. Gubsu pun mencanangkan Batubara sebagai sentra cabai dan domba di Sumut, karena banyak memiliki lahan tanaman dan pakan ternak.

“Dari ternak-ternak ini juga nantinya kita kembangkan pabrik kompos. Jadi kotorannya dimanfaatkan untuk pabrik kompos. Nah, hal-hal seperti ini yang saat ini sedang kita kembangkan. Strategi dan manajemen pertanian/peternakan yang sistematis,” ujar Edy usai membuka Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tingkat Provinsi Sumut ke IV Tahun 2019 di Desa Melati II Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Juli lalu.

Gubsu juga menegaskan Sumut yang agraris akan selalu jadi prioritas utamanya, termasuk menyejahterakan kehidupan petani dan nelayan. Salah satu caranya dengan memetakan produk unggulan tiap kabupaten/kota di Sumut. Misalnya, Kabupaten Langkat dan Karo fokus pada ternak sapi, Humbang Hasundutan ternak kerbau serta Batubara dan Sergai ternak domba. (wol/aa/data2)

适适

editor AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Gubsu: Forkopimda Harus Sinergi Selesaikan Persoalan di Sumut

MEDAN, Waspada.co.id – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, mengharapkan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.