_
Home / Sumut / Polisi Periksa 4 Saksi Pembunuhan Rido Haidir
WOL Photo

Polisi Periksa 4 Saksi Pembunuhan Rido Haidir

MEDAN,WOL – Pasca insiden pembunuhan yang merenggut nyawa Rido Haidir (70) warga Dusun 25, Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, pihak kepolisian Polsek Percut Sei Tuan hingga kini terus memburu pelaku pembunuhan tersebut.

“Sudah empat saksi yang kita mintai keterangan mengenai peristiwa pembunuhan kemarin,” ucap Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Rudi Silaen kepada Waspada Online, Senin (21/9).

Rudi Silaen menyebutkan, saat ini pihaknya mengalami kesulitan dalam melakukan penyelidikan. Sebab, petugas tidak dapat menemui keluarga korban karena diakhir-akhir masa hidupnya korban tinggal sebatangkara. “Jenazah korban saat ini masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut. Hingga kini tidak ada keluarganya yang mendatangi Polsek Percut Sei Tuan,” sebutnya.

Kapolsek Percut Sei Tuan ini mengungkapkan, dari keempat saksi-saksi yang diperiksa tidak tanda-tanda mencurigikan. “Kesulitan yang dialami karena korban hidup sebatangkara,” ungkap Rudi Silaen.

Disinggung mengenai motif pembunuhan didasari adanya masalah utang-piutang, Rudi Silaen mengaku, belum bisa memastikannya. “Belum kita tentukan modusnya apakah pembunuhan dipicu adanya masalah utang atau tidak. Saat ini masih kita mintai keterangan saksi,”terangnya.

Sementara itu, Basari (54) tetangga korban mengaku, korban merupakan seorang mualaf. “Dulunya bapak itu (korban-red) seorang pendeta yang kini menjadi mualaf dek,”ujarnya.

Diterangkan Basari, korban di lingkungannya terkenal dengan kepribadian cukup baik. Dimana sering mengingatkan para tetangga untuk menunaikan ibadah sholat.

“Korban sehari-harinya bekerja sebagai penjual sendal dek, dia juga dalam bergaul dengan warga di sini cukup baik. Dimana sering mengingatkan warga sekitar untuk menunaikan ibadah Sholat,”terang bapak yang keseharian berprofesi sebagai penambal ban ini.

Diberitakan sebelumnya, Rido Haidir (70) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar rumah kontrakannya di Dusun 25 Desa Sampali Kec Percut Sei Tuan Sabtu (19/9) malam lalu.

Ada dugaan pria uzur ini tewas habis dirampok sebab di kepala korban ditemukan luka bekas hantaman benda tumpul, kedua mata memar dan di sekujur tubuh korban mengalami luka lebam.

Mayat korban pertama kali ditemukan Sumantri (31) di kamar korban dengan posisi terletang di atas tempat tidur.
Malam itu terjadi pemadaman listrik, maka Sumantri datang ke rumah korban untuk memberikan penerangan lampu. Namun begitu masuk ke rumah korban yang tidak terkunci. Sumatri terus menuju ke kamar korban.

Tak ayal Sumatri terkejut karena menemukan korban sudah merenggang nyawa di atas tempat tidurnya dengan kepala penuh luka. Kemudian langsung melaporkan penemuan itu kepada kepala dusun setempat dan warga lainnya sehingga lokasi kejadian dipenuhi warga.

Kejadian maut ini cepat menyebar sehingga selang beberap waktu petugas Polsek Percut Sei Tuan dan Tim Inafis dari Polresta Medan tiba di lokasi melakukan penyisiran dan olah tempat kejdaian itu (TKP). Setelah itu jasad korban dibawa ke Rumah Sakti Brimob Poldasu Jalan KH wahid Hasyim untuk keperluan otopsi.

Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan AKP Luhut B Sihombing, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan mayat. “Dugaan sementara korban dirampok dan terus dianiaya hingga tewas,” pungkasnya.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

适适

Check Also

Kasus Pembunuhan 2 Wartawan Terungkap, 2 Tersangka Ditangkap

LABUHANBATU, Waspada.co.id – Tim Sat Reskrim Polres Labuhanbatu akhirnya mengungkap kasus pembunuhan terhadap dua pria ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.