Home / Sumut / PLN Terbarukan Pembangkit Energi Yang Akan Kurangi Energi Fosil
WOL Photo

PLN Terbarukan Pembangkit Energi Yang Akan Kurangi Energi Fosil

SUMUT, Waspada.co.id – Ketahanan energi di Sumatera Utara (Sumut) semakin membaik dengan mulai masuknya pasokan listrik dari pembangkit-pembangkit berbasis energi terbarukan hingga lima tahun ke depan.

Kemajuan ini sejalan dengan program Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla sampai tahun 2025 suplai listrik 23.000 Mega Watt dipasok dari energi terbarukan sehingga konsumsi bahan bakar fosil bisa terus dikurangi.

Disampaikan General Manager PT PLN Wilayah Sumut ,Feby Joko Priharto bahwa kapal pembangkit listrik tenaga diesel dari Turki, Marine Vessel Power Plant (MVPP) Onur Sultan berkapasitas 240 MW, yang disewa 2017-2022 dan dikaji setiap tahun nantinya tidak perlu disewa lagi.

“Pada saat itu, waktu masa sewa dan sekarang sudah ada penggantinya, termasuk misalnya PLTA Batangtoru sekitar 500 MW,” tuturnya.

Dan penyediaan ketenagalistrikan di Sumut, dan perencanaan pembangunannya sudah dirangkum dalam Rencana Umum Penyediaan Ketenagalistrikan (RUPTL) yang berjangka waktu 10 tahun. Setiap tahun RUPTL itu direview, termasuk penyewaan kapal Turki yang sekarang berada di perairan Belawan.

Ia juga menambahkan bahwa dalam RUPTL 2018-2027 disebutkan, proyeksi rata-rata pertumbuhan kebutuhan listrik sebesar 6,86 persen. Pada kurun yang sama, direncanakan pembangunan pembangkit sebesar 56.024 MW, dengan target bauran energi hingga akhir tahun 2025, yakni batubara 54,4 persen, Energi Baru dan Terbarukan sebesar 23 persen, Gas 22,2 persen dan BBM hanya sekitar 0,4 persen.

“Maka ketika kapal Turki habis masa sewanya, pasokan alternatif sudah tersedia. Ke depan status surplus listrik akan semakin baik seiring dengan beroperasinya pembangkit-pembangkit yang lain,” tambahnya.

Sementara hal ini sejalan dengan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumut yang mendorong pemerintah memaksimalkan pemanfaatan energi baru terbarukan di Sumatera Utara agar mitigasi perubahan iklim bisa berjalan baik.

“Dasar dukungan ini, dijelaskan Antonio, merujuk Pasal 28H ayat 1 UUD 1945 yang menyatakan setiap orang berhak hidup sejahtera, bertempat tinggal dan mendapat lingkungan yang baik dan sehat, serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan,” ucap staf kajian Walhi Sumatera Utara, Antonio Sipayung dalam dialog publik yang diselenggarakan Walhi Sumut bersama Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumut dan sejumlah elemen masyarakat di Medan.

Target pertama dari peraturan ini adalah peran energi baru terbarukan minimal tercapai 23 persen pada 2025,” kata dia.

“Dalam kesempatan yang sama Kepala Bidang Energi Terbarukan dan Konservasi Energi Dinas ESDM Sumut Nefitana Sitepu mengatakan, Sumut berpotensi meningkatkan sumber energi baru terbarukan hingga 80 persen pada 2050,” pungkasnya.(wol/Eko/data1)

Check Also

PLN Rugi Rp7 Miliar Per Hari Akibat Kebocoran Pipa Gas Bawah Laut

JAKARTA, Waspada.co.id – Bocornya pipa gas bawah laut di perairan Serang, Provinsi Banten, membuat Pembangkit ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: