Breaking News
Home / Sumut / PHRI Nyatakan ‘Perang’ Dengan Airbnb
Hariyadi Sukamdani, (dua kanan), didampingi Denny S Wardhana (dua kiri) saat memberi beberapa masukan terkait perkembangan industri hotel dan restoran yang ada di Indonesia dan Sumut, saat Rakerda ke-3 PHRI Sumut di Hotel Grand Swisbel, Rabu (6/12) kemarin. (WOL Photo/Ist)
Hariyadi Sukamdani, (dua kanan), didampingi Denny S Wardhana (dua kiri) saat memberi beberapa masukan terkait perkembangan industri hotel dan restoran yang ada di Indonesia dan Sumut, saat Rakerda ke-3 PHRI Sumut di Hotel Grand Swisbel, Rabu (6/12) kemarin. (WOL Photo/Ist)

PHRI Nyatakan ‘Perang’ Dengan Airbnb

MEDAN, WOL – Ketua Umum BPP PHRI Hariyadi Sukamdani mengungkapkan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) secara nasional menyatakan ‘perang’ dengan daring (penyedia jasa penginapan online) Airbnb.

Hariyadi Sukamdani mengungkapkan hal itu saat temu pers di sela Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PHRI Sumut di Grand Swisbel Hotel, Kamis (7/12). Hadir bersamanya Ketua PHRI Sumut Denny S Wardhana, Sekretaris PHRI Sumut Dewi Juita Purba, Bendahara PHRI Sumut Lily Zainab, Ketua BPP PHRI bidang organisasi Maulana Yusran dan Ketua Panitia Rakerda ke-3 PHRI Sumut Prana Hutabarat.

Hariyadi mengatakan Airbnb merupakan jaringan pasar daring dan penginapan yang memungkinkan pengguna mendaftarkan atau menyewa properti untuk digunakan dalam jangka pendek. Sekarang layanan Airbnb yang berasal dari Amerika Serikat (AS) ini juga telah bisa dinikmati oleh konsumen Indonesia yang ingin mencari tempat penginapan.

Saat ini Airbnb, kata dia, mengklaim sudah memiliki 4 juta lebih tempat penginapan di 39 negara. Tahun lalu, kata Hariyadi, Airbnb mengaku mendapatkan 43.700 unit di Indonesia dengan 10.000 ada di Bali.

“Keuntungan mereka pun bergerak sangat tinggi karena tercatat memiliki keutungan Rp1,150 triliun. Mereka keuntungannya seperti deret ukur tidak lagi seperti deret hitung. Dan kami menyatakan perang dengan Airbnb karena menggerogoti pangsa pasar hotel di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Dia mengatakan Sumut memang belum berdampak tapi dua tahun lagi akan kelihatan. “Di daerah Jawa kita sudah terimbas. Tingkat hunian terus turun dan faktanya mereka tidak mengikuti regulasi yang ada di Indonesia,” jelas Hariyadi.

Menurutnya, PHRI menyatakan perang karena beberapa alasan. “Pertama kami bertarung dengan badan usaha yang tidak terdeteksi. Tidak ada itu badan usaha mereka di Indonesia. Kita tidak tahu melawan siapa sekarang. Mahluknya tidak kelihatan,” kata dia.

Check Also

Istimewa

Menpar Kecewa Kinerja Kadis Pariwisata Daerah

MEDAN, WOL – Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, dalam rakor nasional mengemukakan kekecewaannya terhadap kinerja ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.