Breaking News
Home / Sumut / Pertambangan di Sumut Ciptakan Kerusakan Lingkungan
Foto: Istimewa

Pertambangan di Sumut Ciptakan Kerusakan Lingkungan

MEDAN, Waspada.co.id – Aktivitas pertambangan di Sumatera Utara (Sumut) ditengarai menciptakan dampak pencemaran lingkungan.

Yayasan Leuser Lestari (YLL) mendesak pemerintah melakukan pengkajian ulang dan pengawasan terhadap operasional perusahaan pertambangan di daerah ini.

Direktur YLL, Dony Saputra, menuturkan bahwa sekarang pertambangan di Indonesia maupun di Sumut menyalah. Pengawasan itu, tidak dilakukan.

“Sejarah keberadaan tambang, yang diduga melakukan perusakan lingkungan berawal dari tahun 1960-an. Saat terjadi keterpurukan ekonomi di Indonesia membuat pemerintah mengizinkan asing untuk melakukan penambangan dan perkebunan di Tanah Air, termasuk di Sumut,” tuturnya, Jumat (9/11).

Kebijakan tersebut, tidak disertai dengan pengawasan yang baik dalam segala aspek, baik itu pengawasan izin hingga pengawasan dampak lingkungan sendiri.

“Berdasarkan catatan Kita, di Sumut sendiri perusahaan pertambangan yang beroperasi seperti perusahaan tambang emas di Batangtoru di Kabupaten Tapanuli Selatan. Yang dinilai sangat tidak memikirkan dampak lingkungan bagi kelangsungan lingkungan yang sehat bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Semuanya dalam kajian YLL dan NGO. Hasilnya, semua pertambangan selalu merusak lingkungan dalam sistem pengelolaannya. Misalnya, Martabe sedang berjalan, pembukaan lahan tidak diawasi dengan baik.

“Meski dalam pengembangan pertambangan dengan menggunakan teknologi canggih. Namun, Dony mengatakan dampak negatif dihasilkan juga sama saja, tetap merugikan lingkungan,” ungkapnya.

Dengan teknologi tinggi, dalam faktanya tidak berjalan dengan baik dengan pencemaran lingkungan, kerusakan lingkungan di Sumut disebabkan petambangan yang terus beroperasi membuat lingkungan di daerah ini sangat memprihatinkan. Belum lagi, dampak sosial yang tercipta di tengah masyarakat. Karena, kondisi lingkungan kritis membuat masyarakat menjadi korban bencana alam.

Ia menambahkan bahwa pemerintah harus melihat kerugian alam atas tambang itu. Bukan mencari keuntungan saja. Bila tidak dilakukan pengawasan dengan baik. Dony yakin Sumut akan dilanda bencana alam akibat perusakan lingkungan yang terus terjadi.

“Dampak lingkungan yang sangat berdampak. Berkaca dari Freeport. Aktivitas pertambangan berjalan, aktivitas pencemaran lingkungan terus berjalan, ini tentu merugikan,” pungkasnya.(wol/eko/data2)

Editor: RIDIN

Check Also

Wagubsu Lantik Dua Pejabat Eselon Dua

MEDAN, WOL – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Hj. Nurhajizah Marpaung mengambil janji jabatan dan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: