_
Home / Sumut / Perahu Tenggelam, Akhirnya Anggota DPRD Ditemukan Tewas
WOL Photo

Perahu Tenggelam, Akhirnya Anggota DPRD Ditemukan Tewas

MEDAN, WOL – Setelah melakukan pencarian selama dua hari, akhirnya petugas gabungan dari SAR, Polri, TNI AL dan Pemda Nias Barat, berhasil menemukan korban tenggelamnya perahu di Perairan Hinako, Sabtu (25/6).

Informasi yang didapat Waspada Online dari Polda Sumut, menerangkan korban tewas akibat perahu tenggelam itu diketahui bernama Herman Baeha (Anggota DPRD Nias Utara) sekira pukul 14.15 WIB.

“Tim SAR berhasil menemukan satu  korban tewas perahu tenggelam di perairan Hinako, Nias Barat siang tadi,” terang Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Rina Sari Ginting.

Diungkapkan Rina, saat itu korban ditemukan di sekitar Pulau Asu tidak jauh dari lokasi tenggelamnya perahu yang ditumpangi korban. Begitu korban ditemukan, tim gabungan langsung melakukan evakuasi ke Pelabuhan Sirombu dan diserahkan kepada pihak keluarga.

“Sudah diserahkan kepada pihak keluarga jenazah, setelah dilakukan otopsi oleh tim forensik,” ungkap Rina.

Diketahui, akibat cuaca buruk yang disertai angin kencang, sebuah perahu yang ditumpangi lima orang mendadak tenggelam di perairan Pulai Hinako, Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (23/06) lalu.

Informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika para korban menumpangi satu unit perahu yang panjangnya 5,40 M dan lebar 1 meter dengan mesin 13 Pk merek Daito milik Syahnan Marundruri yang ditemani anak buah kapal bernama Jimmy.

Kemudian tiga orang pendeta, yakni Pdt. Budieli Hia, Pdt Herman Baeha (anggota DPRD Nias Utara) dan Pdt Saroziduhu Marundruri juga menompangi perahun dengan jujuan memancing ke Pulau Bogi, Nias Barat, Sumut.

Namun naas, baru lima menit dalam perjalanan atau meninggalkan Dermaga Hinako, tiba-tiba cuaca buruk yang disertai dengan angin kencang menghantam perahu mereka dan kemudian terbalik. Saat itu, para korban masih sempat sepakat untuk berenang ke arag Pulau Bogi.

Hal itu mereka sepakati setelah melihat arah angin. Kemudian mereka pun bergegas ke pulau tersebut dengan menggunakan papan dan jerigan yang ada dalam perahu. Namun entah mengapa, saat berenang, ombak besar datang dan membuat mereka terpisah.

Setelah 11 jam berada di tengah laut, Pdt. Budieli Hia akhirnya terdampar di Pulau Asu sekiar pukul 03.00 Wib. Begitu juga dengan Syahnan Marundruri dan Jimy selamat dan terdampar di Pulau Bogi. Sementara Pdt Herman Baeha belum diketahui keberadaannya.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Maksimalkan Gedung Paviliun Nias Barat Untuk Promosi

MEDAN, Waspada,co.id – Gedung Paviliun Nias Barat di dalam kawasan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: