_
Home / Sumut / Pengungsi Wamena: Kalau Boleh, Kami Pindah ke Sumut Aja
foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

Pengungsi Wamena: Kalau Boleh, Kami Pindah ke Sumut Aja

MEDAN, Waspada.co.id – Diterima di Kantor Gubernur Sumut, Mardelina Manurung yang juga pengungsi Wamena mengaku senang telah diurus dengan baik untuk kepulangan mereka. Dirinya pun berharap pemerintah daerah bisa memberikan bantuan pakaian dan keperluan sekolah.

“Saat akan berangkat ke Medan, kami hanya membawa bekal seadanya. Saya pulang ke sini bersama tiga anak, pak. Suami saya masih tinggal, karena bertugas di Polres Wamena. Kalau boleh, kami pindah ke Sumut,” pinta Mardelina saat diterima gubernur di Medan, Rabu (9/10).

Pengakuannya bahwa sebelum kerusuhan, mereka juga sudah menerima isu tentang akan ada demonstrasi besar. Karena dianggap hanya isu, mereka tidak terlalu memikirkan lagi. Namun pada 23 September lalu, kerusuhan justru terjadi saat kondisi tengah kondusif.

“Ya, saat itu sebagian ada yang kita tampung di rumah saya. Karena kami tinggal di Aspol (Asrama Polisi). Jadi yang datang sebagian besar mengungsinya di rumah kami. Sekarang juga yang belum pulang sebagian berada di rumah kami,” jelas Boru Manurung, ASN di Puskesmas Wamena dan telah menetap 15 tahun di sana.

Selain Mardelina yang berasal dari Tiga Balata Simalungun, warga lainnya Diar Sahata Samosir mengaku masih ingin kembali ke Wamena. Pasalnya, rumah dan usahanya masih ada di sana, sehingga masih memungkinkan niat untuk kembali.

“Saya sempat juga kena lemparan batu. Waktu itu banyak anak SMA yang demo lewat dari depan kios. Ada juga sebagian yang dijarah, tetapi kejadian pembakaran (mobil dan fasilitas lain) itu di pusat kota,” sebut Diar.

Selain pemulangan warga dari Surabaya dan Tanjung Priok, Tim Sumut Peduli Wamena yang terdiri atas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, Kesbanglinmas serta Biro Humas dan Keprotokolan juga akan memulangkan 250 warga Sumut dari Pelabuhan Jayapura menuju Pelabuhan Belawan, Jumat (11/10).

Jumlah 264 orang itu berasal dari posko pengungsian di Resimen Induk Kodam (Rindam) XVII/Cenderawasih di Sentani dan posko Kementerian PU di Tanah Hitam. Nantinya, perjalanan via laut dengan Kapal Pelni melalui rute Jayapura-Tanjung Priok-Belawan selama 10 hari.

Kepala BPBD Provinsi Sumut, Riadil Akhir Lubis, menambahkan 133 pengungsi warga Sumut dari Jayapura ke Wamena akan tiba dengan pesawat Hercules yang difasilitasi Danlanud Silas Papare, Marsma TNI Tri Bowo Budi Santoso, dan Kemensos RI pada Kamis (10/10) ini.

Berdasarkan pendataan Tim Pemprovsu bersama Rindam dan Korem di enam posko pengungsi di Papua, tercatat korban kerusuhan Wamena asal Sumut berjumlah 651 orang. Selain dipulangkan ke Sumut, sebagian warga mengungsi ke provinsi lain. (wol/aa/data2)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Masyarakat Agamis Harus Ditunjang Ruang Ibadah yang Layak

MEDAN, Waspada.co.id – Masyarakat yang agamis memiliki keimanan, taat ibadah, dan menjunjung nilai-nilai spiritual dalam ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.