Home / Sumut / Pemprovsu Masih Tunggu Formasi Penerimaan CPNS dari Pusat
WOL Photo

Pemprovsu Masih Tunggu Formasi Penerimaan CPNS dari Pusat

MEDAN, Waspada.co.id – Teka teki soal formasi calon pegawa negeri sipil (CPNS) 2018 untuk tingkat Provinsi Sumatera Utara, mulai menunjukkan kejelasan. Selambatnya dua hari sebelum pendaftaran dibuka, formasi tersebut sudah dikirimkan ke pemerintah daerah setempat.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sumatera Utara (BKD Sumut) Kaiman Turnip, mengatakan Sumut diperkirakan kuat mendapat jatah formasi CPNS tahun ini, meski hingga Jumat kemarin belum menerima kuota resmi dari pemerintah pusat.

“Memang sampai hari ini belum. Kita pun masih menunggu formasinya. Kabarnya Senin sudah ada,” ujar Kaiman kepada Waspada Online Jumat (14/9).

Menurutnya masih tersedia waktu sebelum pendaftaran dibuka secara resmi pada 19 September 2018. Apalagi dalam rekrutmen CPNS kali ini, pendaftaran dilakukan via online melalui situs Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Artinya bisa langsung mendaftar kapan saja begitu mendapat informasi formasi CPNS. Kami berharap masyarakat bersabar karena memang (formasi) tersebut belum kami terima,” katanya.

“Kepala BKD juga lagi di Jakarta. Semoga ada kabar soal formasi CPNS 2018. Senin besok mudah-mudahan sudah bisa kita publikasikan,” imbuh Kaiman.

Pihaknya mengamini bahwa informasi seputar CPNS menjadi magnet positif bagi masyarakat untuk mengetahuinya. Sebab di satu sisi, moratorium pegawai negeri sipil di Indonesia sudah berjalan empat tahun. Terlebih untuk Sumut yang sudah lebih dari lima tahun belum melakukan perekrutan pegawai negeri.

“Kabarnya yang paling dibutuhkan itu seperti tenaga pengajar, medis/paramedis dan bidang teknik. Berapa banyaj jumlah formasi ini yang memang penting disampaikan nanti ke publik. Kita juga mendengar masih ada lima kabupaten/kota di Sumut yang belum menerima formasi termasuk Kota Medan,” paparnya.

Kepala BKN Regional VI Medan, English Nainggolan yang dikonfirmasi soal formasi CPNS mengaku hingga kini pihaknya belum menerima edaran dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Reformasi Birokrasi maupun BKN Pusat. “Sampai sekarang belum ada kami terima,” katanya.

Meski demikian ia mengungkapkan, pihaknya sudah membuka simulasi seleksi tes CPNS dengan computer assisted test (CAT) secara gratis untuk 500 orang pertama. “Hingga kemarin (Kamis, Red) sore malam sudah penuh. Animo masyarakat sangat tinggi,” ungkapnya.

Simulasi tersebut diakuinya memang terbatas namun terbuka untuk umum. Pendaftaran bagi calon peserta simulasi dilakukan melalui link atau online. Sementara untuk pelaksanaan kegiatannya dilakukan di Kantor BKN Regional VI Medan. “Batasnya cuma untuk 500 orang pendaftar. Kalau sudah mencapai 500, pendaftaran otomatis tertutup,” katanya.

Untuk diketahui, adapun prioritas pengadaan CPNS 2018 meliputi tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, serta tenaga yang memiliki kualifikasi teknis di bidang infrastruktur sesuai dengan program Nawacita.

Jabatan inti yang diisi dari pelamar umum sebanyak 24.817 formasi, guru madrasah Kementerian Agama yang bertugas di kabupaten/kota sebanyak 12.000 formasi, serta dosen Kemenristekdikti dan Kementerian Agama sebanyak 14.454 formasi.

Sementara peruntukkan instansi pemerintah daerah terdiri dari guru kelas dan mata pelajaran sebanyak 88.000 formasi, guru agama sebanyak 8.000 formasi, tenaga kesehatan sebanyak 60.315 formasi (dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, dan tenaga medis/paramedis), serta tenaga teknis yang diisi dari pelamar umum sebanyak 30.429 formasi.

Untuk Sumut, Kabupaten Deliserdang mendapat kuota paling banyak yakni 720 orang. Sementara Kabupaten Nias mendapat jatah 198 orang.

Calon pelamar CPNS hanya diperbolehkan mendaftar pada satu instansi pemerintah dan satu formasi jabatan. Sedangkan untuk persyaratan umum harus dipenuhi oleh setiap pelamar seperti yang sudah diatur pada Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS.

Pelaksanaan seleksi akan dibuka pada pekan ketiga Oktober 2018. Ada tiga tahap seleksi yang harus dilalu pelamar. Pertama yakni seleksi administrasi, kemudian seleksi kompetensi dasar (SKD), dan seleksi kompetensi bidang (SKB). Pelaksanaan SKD menggunakan sistem CAT.(wol/data1)

Editor: RIDIN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: