_
Home / Sumut / Pembangunan 892 Rumah Huntap Relokasi Tahap III Dimulai
foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

Pembangunan 892 Rumah Huntap Relokasi Tahap III Dimulai

SIOSAR, Waspada.co.id – Pembangunan 892 unit rumah hunian tetap (huntap) relokasi tahap III untuk korban terdampak erupsi Gunung Sinabung di Siosar, Tiga Panah, Kabupaten Karo, dimulai.

Peletakan batu pertama dan penandatanganan prasasti dilakukan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, bersama Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, Jumat (18/10). Rencananya, huntap tahap III akan dihuni oleh warga korban terdampak erupsi Gubung Sinabung yang direlokasi dari Desa Sigarang-Garang, Desa Sukanalu, Desa Mardingding, dan Dusun Lau Kawar.

Ditargetkan pembangunan 892 unit rumah ini akan rampung pada Desember mendatang, sedangkan pembangunan sejumlah infrastruktur pendukungnya ditargetkan selesai tahun depan. Gubsu berpesan agar masyarakat menjaga lingkungan dan tidak menjarah hutan.

“Keberlangsungan ekosistem di Siosar harus tetap dijaga dan dilestarikan. Jika dijarah, maka hutan akan rusak dan pada akhirnya akan mengakibatkan bencana yang merugikan masyarakat sekitar,” sebutnya.

Disampaikan, Siosar merupakan tempat yang indah. Jika dikelola dengan baik akan dapat menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi wisatawan. Hal tersebut akan menambah pendapatan bagi masyarakat di kawasan Siosar, selain pertanian.

Selain peletakan batu pertama, Gubsu dan Kepala BNPB melakukan penanaman kopi di kawasan tersebut serta menyerahkan alat pengupas kulit kopi kepada masyarakat di 12 desa. Di antaranya Desa Mardingding, Desa Laukawar, Desa Kutagugung, Desa Pintu Besi, Desa Sigarang Garang, Desa Kuta Tengah, Desa Jeraya, Desa Sukamalu, Desa Simacem, Desa Suka Meriah, dan Desa Bekerah.

Kepala BNPB, Doni Monardo, mengatakan pemerintah telah menggalokasikan dana sekitar Rp734,8 miliar untuk relokasi masyarakat terdampak erupsi Gunung Sinabung. Untuk relokasi hunian tahap III, pemerintah mengalokasikan dana Rp161,7 miliar.

Doni juga menyampaikan, bencana tidak dapat diprediksi. Untuk itu perlu dilakukan pencegahan risiko bencana, dalam hal ini mitigasi, pencegahan, dan kesiapsiagaan. Untuk bencana gunung api, yang bisa dilakukan sebagai pencegahan adalah vegetasi atau menjaga kelestarian alam di sekitar kawasan gunung.

Bupati Karo, Terkelin Brahmana, mengapresiasi kunjungan kerja Kepala BNPB dan Gubsu. Terkelin berharap kunjungan serupa akan terus berlanjut ke depan. (wol/aa/data1)

editor AUSTIN TUMENGKOL

适适

Check Also

Edy: Pengabdian Saya Pada Negara Akan Terus Berlanjut

MAGELANG, Waspada.co.id – Sebanyak 172 Purnawira Perwira Tinggi (Pati) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.