Home / Sumut / Pelarangan Takbiran Keliling di Tebingtinggi Bukti Wali Kota Intoleran
WOL Photo

Pelarangan Takbiran Keliling di Tebingtinggi Bukti Wali Kota Intoleran

MEDAN, Waspada.co.id – Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan, baru-baru ini mengeluarkan kebijakan pelarangan takbiran keliling, pada perayaan Idul Adha 1439 Hijriah. Di mana aktivitas tersebut tidak menjadi masalah bagi kepala daerah sebelum ia menjabat, terlebih lagi bagi masyarakat.

Surat pelarangan takbiran keliling ini tertuang dalam surat edaran (SE) tanggal 15 Agustus 2018 No 003/6035/Kesra yang menyatakan ‘Takbiran keliling ditiadakan untuk menjaga keamanan dan ketertiban’ dan kedua tanggal 20 Agustus 2018 No 451/6127/Kesra juga menyatakan ‘Tidak melaksanakan takbiran keliling dan dilaksanakan pada mesjid/lingkungan masing-masing’.

Menurut Lembaga Swadaya Masyarakat Citra Damai Alam Semesta (LSM CADAS) Indonesia melalui Manajer Advokasinya, Nanang Ardiansyah Lubis SH, menilai sikap yang dipertontonkan Wali Kota Tebing tidak menunjukkan kepedulian dengan hari besar keagamaan umat Islam.

“Kenapa saat perayaan Hari Ulang Tahun Kota Tebing Tinggi 1 Juli 2018 sebelum Idul Adha 1439 Hijriah (22 Agustus 2018) berlangsung, Bapak Umar Zunaidi Hasibuan, sanggup memanggil artis ibu kota Siti Badriah yang menggunakan anggaran begitu besar bersikap biasa saja? Sementara takbiran keliling itu swadaya masyarakat dan bertujuan positif, kok enggak didukung,” ucapnya mempertanyakan, Selasa (11/9).

Nanang yang ditemui di sela-sela Parade Tauhid di Medan akan menggagas gerakan sosial yang diberi nama Aksi Jaga Sumut dengan membuka posko kepedulian umat di Masjid Raya Al Mashun Medan, Masjid Agung Kota Medan, Masjid Al Jihad Medan, Masjid Agung Kota Tebingtinggi dan Masjid Raya Nur Addin Kota Tebing Tinggi yang dirangkaikan dengan aksi jalan kaki dari Kota Medan ke Kota Tebing Tinggi.

“Setibanya di sana, kita akan sampaikan petisi yang mewakili umat Islam Sumatera Utara atas sikap intoleransi Bapak Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan. Kita juga meminta warga masyarakat Kota Tebingtinggi menyambut dengan baik hal positif yang kita lakukan ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Nanang menjelaskan, seharusnya Wali Kota Tebingtinggi, mencontoh pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dan Musa Rajek Shah, yang berhasil terpilih karena merangkul ummat Islam.

“Kita minta Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, memberikan pandangan dan nasehat kepada Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan, bagaimana cara menjadi seorang pemimpin yang mampu mempersatukan umat dan dekat dengan rakyat,” pungkasnya.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Masjid Agung Al Azhar Gelar Shalat Idul Adha Pagi Ini

JAKARTA, Waspada.co.id – Masjid Agung Al Azhar di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, melaksanakan salat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: