Home / Sumut / Pelantikan BPH KMN UPMI, Obstar Sinaga: Pulau Nias Itu Seperti “Orang Gagap”
Foto: Waspada.co.id

Pelantikan BPH KMN UPMI, Obstar Sinaga: Pulau Nias Itu Seperti “Orang Gagap”

MEDAN, Waspada.co.id – Kesatuan Mahasiswa Nias (KMN) Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI), melaksanakan Seminar Nasional sekaligus Pelantikan Badan Pengurus Harian (BPH) KMN-UPMI di Auditorium Kampus II UPMI Lt II Jalan Balai Desa Marindal II Pasar XII Kecamatan Patumbak, Medan, Sabtu (5/5).

Seminar mengambil tema “Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Menuju Nias Sejahtera” menghadirkan Guru Besar UNPAD Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, S.IP, M.Si, Bupati Nias Drs. Sokhiatulo Loili MM, Sekretaris Bappeda Kabupaten Nisel Abdiel Sonasa Amazihono S.IP, Akademisi Efentinus Ndruru, M.Sos sebagai Narasumber dan dipandu oleh Drs. El. Azhari M.Si sebagai moderator.

Kegiatan seminar dan pelantikan BPH KMN UPMI ini dimeriahkan dengan tari-tarian dari Kepualauan Nias, Tarian Kolosal Maena dan Lompat Batu.

Pantauan dilokasi seminar terlihat hadir Rektor UPMI Dr. H. Ali Mukti Tanjung, SH MM, para Dosen UPMI, Ketua pertama saat KMN UPMI dibentuk di UPMI yaitu Fasa’aro Zalukhu SH, jajaran Penasehat seperti Zaman K. Mendrofa SH MH, Filemo Daely SH, Pengalaman Lai SH, jajaran BPO dan seluruh mahasiswa nias anggota KMN UPMI.

Turut hadir perwakilan Himpunan Masyarakat Nias (HIMNI), organisasi internal UPMI lainnya, perwakilan KMN dari berbagai Universitas.

Rektor UPMI,  Dr. H. Ali Mukti Tanjung, Drs SH MM dalam sambutannya menyampaikan Selamat dan sukses atas terselengaranya kegiatan Seminar Nasional dan Pelantikan BPH KMN tahun 2018-2019 ini.

“Selamat dan sukses buat KMN UPMI yang segala keterbatasan dan upaya yang cukup keras berhasil menyelenggakan kegiatan seminar ini. Selamat juga buat BPH KMN UPMI 2018-2019 terpilih semoga suskes menjalankan amanah yang diemban,” ucap Ali Mukti.

Ali Mukti berharap kegiatan ini menghasilkan input positif kepada pemerintah dan masyarakat di Kepulauan Nias.

Guru Besar UNPAD Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, S.IP, M.Si dalam paparannya menganalogikan Pulau Nias itu seperti “Orang Gagap”. Kalau bicara salah, tidak bicara juga salah. Artinya mau menuntut keadilan dari pemerintah salah tapi diam saja juga salah.

Menurutnya Kepulauan Nias sebenarnya memiliki banyak potensi sebut saja, Pariwisata, Kelautan dan Perkebunan seperti karet, kelapa kakao, dan lainnya. Namun potensi itu tidak optimal dimanfaatkan karena tidak adanya keseriusan dari Pemerintah.

“Maka solusi untuk percepatan pembangunan Kepulauan Nias adalah menjadikan Nias sebagai Provinsi,” tegasnya.

Bupati Nias Drs. Sokhiatulo Laoli MM memaparkan bahwa menjadikan Nias itu maju adalah dengan cara membangun infrastruktur dan menyediakan energi listrik yang memadai. “Selama infrastruktur seperti Bandara, Jalan dan Jembatan serta energi listrik belum memadai jangan berharap Kepulauan Nias bisa sejajar dengan daerah lainnya,” tegasnya.

Narasumber kedua yaitu Sekretaris Bappeda Nisel Abdiel Sonasa Amazihono, S.IP juga memaparkan potensi pariwisata yang dimiliki oleh Kabupaten Nisel sebagai solusi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat namun tetap saja semua itu tidak bisa optimal tanpa didukung oleh Intrastruktur dan ketersediaan energi.

“Investor kurang berminat melakukan investasi karena akses menuju daerah wisata sangat minim dan tidak tersedianya energi listrik yang memadai,” katanya.

Sementara Akademisi Efentius Ndruru, M.Sos yang juga Dosen di Universitas Nomensen memaparkan hasil penelitiannya terkait minimnya dukungan masyarakat terhadap program pembangunan.

“Secara tidak langsung program pemerintah yang selama ini kerap memberikan bantuan dan juga setelah kejadian gempa dan tsunami di Pulau Nias dimana masyarakat mendapat bantuan dari berbagai pihak telah membentuk karakter masyarakat bahwa apapaun program pembangunan yang akan dilaksanakan identik dengan bantuan materil,” paparnya.

Karakter seperti inilah yang kemudian menjadi kendala dalam pelaksanaan program pembangunan seperti pembebasan lahan dan sebagainya.

Hasil penelitian ini diamini Bupati Nais dan Sekreatris Bappeda Nisel dan secara khusus Bupatio Nias meminta menseminarkan hal ini di Pulau Nias agar ada perubahan karakter masyarakat terhadap pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah.

Setelah seminar dilanjutkan dengan pelantikan Badan Pengurus Harian (BPH) Kesatuan Mahasiswa Nias (KMN) UPMI periode 2018-2019.

Ketua KMN UPMI pertama Fasa’aro Zalukhu, SH didampingi Rektor UPMI dan para Narasumber serta jajaran Penasehat melantik Tulus Hia dan Faja’aro Lafau sebagai Ketua dan Wakil Ketua KMN UPMI periode 2018-2019. (wol/data2)

Editor: RIDIN

Check Also

KMN UPMI Gelar Masa Perkenalan Bagi Mahasiswa Baru

MEDAN, Waspada.co.id – Memasuki Tahun Akademik 2018 – 2019, Kesatuan Mahasiswa Nias (KMN) UPMI kembali ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: