Breaking News
Home / Sumut / Pekerja Asal Tiongkok Dapat Keistimewaan
foto: Waspada
foto: Waspada

Pekerja Asal Tiongkok Dapat Keistimewaan

BELAWAN, WOL – Pekerja asal Tiongkok alias Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di Pembangkit Listrik Tenaga Uap dan Batubara (PLTUB) Paluh Kurau, Kecamatan Hamparanperak, Deliserdang, mendapatkan keistimewaan dibanding pekerja lokal.

Selain gaji yang lebih tinggi, mereka juga mendapatkan tempat penampungan yang lebih baik. Pantauan di lapangan, Sabtu (6/8), bangunan mes pekerja Tiongkok terbuat dari bahan bahan yang bagus serta dilengkapi fasilitas AC dan kamar mandi serta sarana olahraga yang layak.

Selain itu letaknya berada di tengah lokasi pembanguan proyek PLTU dan bersih. Tidak semua orang bisa masuk bebas ke mes tersebut karena dipagar. Sebaliknya, mes untuk tenaga kerja lokal sangat sederhana atau hanya terbuat dari papan berbentuk rumah panggung yang disusun berjejer di pingir lokasi proyek.

“Mau mandi harus antri bahkan kadang rebutan, kalau malam nyamuknya sangat banyak. Sedangkan mes TKA punya fasilitas yang sangat baik,” kata seorang pekerja lokal.

Pekerja lokal yang direkrut melalui PT Wira itu mengaku dalam satu bulan dia menerima upah sebanyak Rp3,1 juta. Gaji itu dirasakan sangat tidak cukup apalagi mereka tidak diperkenankan pulang setiap hari.

“Gaji kami tidak seberapa jika dibanding petugas kebersihan asal Tiongkok yang hampir mencapai Rp10 juta per bulan,” ungkap pekerja yang mengaku tiga bulan tidak pulang ke rumahnya di Medan itu.

Katanya, perbedaan mes dan gaji yang sangat mencolok mulai menimbulkan kecemburuan antara pekerja asal Tiongkok dengan pekerja lokal yang jika tidak segera diatasi bisa menimbulkan gejolak.

Keberadaan para pekerja Tiongkok di PLTUB Paluh Kurau Belawan sejak awal memang memunculkan berbagai keanehan. Belum lagi proyek senilai 35 miliar dolar AS tersebut  “dikuasai” PT China Oceanwide sebagai pemegang saham terbesar.

Zulmanur Arif, Kasi Sarkom Imigrasi Belawan, mengakui ada 326 pekerja Tiongkok yang bekerja di PLTUB tersebut. Sebanyak 155 di antaranya bahkan hanya menggunakan visa kunjungan. Padahal jumlah tenaga kerja lokal hanya 200 orang atau lebih sedikit dibandingkan dengan pekerja asing tersebut.

Keanehan lain adalah Dinas Tenaga Kerja Sumut tidak mengetahui jumlah pasti pekerja Tiongkok tersebut. Bukit Tambunan, petugas Dinas Tenaga Kerja Sumut, mengaku belum tahu pasti jumlah pekerja Tiongkok di Paluh Kurau. Alasannya karena izin dikeluarkan Kementerian Tenaga Kerja.(wol/aa/waspada)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

WOL Photo

Presiden Jokowi Resmikan Bandara Internasional Silangit

TAPANULI UTARA, WOL – Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di Bandara Silangit, Siborong-borong, Tapanuli Utara ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.