Home / Sumut / Paripurna Persetujuan Tiga Ranperda Diwarnai Adu Mulut
WOL Photo/Ridin

Paripurna Persetujuan Tiga Ranperda Diwarnai Adu Mulut

MEDAN, WOL – Rapat Paripurna pembahasan tiga rancangan peraturan daerah (Ranperda), diwarnai perdebatan di Gedung DPRD Sumut, Senin (25/9).

Perdebatan tersebut disebabkan masuknya dana penyertaan modal bagi perkebunan sebesar Rp48 miliar dalam pembahasan badan anggaran untuk perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD) tahun 2017, akibatnya agenda persetujuan terhadap tiga Ranperda tersebut nyaris terhambat.

Karena, suara dominan meminta alokasi dana penyertaan modal bagi perkebunan tersebut agar tidak diikuti sertakan, guna mengoptimalkan kesepakatan anggaran dari P APBD 2017 itu. Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara, Wagirin Arman, selanjutnya memutuskan menunda pengalokasiannya saat ini.

“Khusus penyertaan modal kita pending, kita serahkan pada Gubsu supaya dianggarkan, dimana titik kepentingan rakyat Sumut tak di posisi penyertaan modal di perkebunan. Jadi saya ketok tanda disepakati,” ujar Wagirin.

Sebelumnya, menurut politisi Golkar ini, khusus masalah dana Rp48 miliar untuk penyertaan modal, diakui itu menjadi keputusan komisi terkait, bahwasanya dulu menjadi keputusan badan anggaran, termasuk kalau itu sudah muncul di paripurna itu menjadi otoritas kewenangan paripurna.

“Maka, atas hal ini saya harus ambil sikap tegas dan jelas dan terbuka. Satu kesimpulan bahwa khusus untuk penyertaan modal telah menimbulan kontroversi di hadapan rakyat tentu ada yang senang ada yang tak senang. Kita tak boleh gara-gara Rp48 miliar ini voting, gara-gara Rp48 miliar ada apa, karena saya pimpinan rapat khusus penyertaan modal kita pending. Kita serahkan pada Gubsu supaya dianggarkan dimana titik kepentingan rakyat Sumut,” tegasnya.

Diketahui, setelah penegasan penundaan kesepakatan alokasi dana penyertaan modal, anggota DPRD Sumut Indra Alamsyah sempat terlihat mencak-mencak dengan penegasan Wagirin Arman selaku Ketua DPRD Sumut, dengan langsung mendatangi kursi anggota DPRD Sumut Ebenejer yang juga Ketua Komisi C, disebabkan penegasannya terhadap masuknya dana penyertaan modal tanpa diketahui pihaknya, adu mulut keduanya sempat terjadi.

Sebelumnya, Indra secara tegas telah menyampaikan hal itu dalam rapat badan anggaran yang malam itu dipimpin Aduhot Simamora.

”Saya kebetulan duduk disamping Pak Aduhot menyampaikan itu, saudara Ebenejer juga hadir malam itu, pasti mengetahui yang saya sampaikan,” ucapnya membeberkan.

Meski dibenarkan Aduhot, namun ditegaskannya tidak ada membahas untuk mengalokasikan masuknya dana penyertaan modal di pembahasan P APBD tahun 2017 tersebut.

Setelah itu, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Dr HT  Erry Nuradi dan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara H Wagirin Arman, akhirnya menandatangani Keputusan Bersama tentang Persetujuan Terhadap tiga Rancangan Perda Provinsi Sumatera Utara untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.

Dalam Ranperda Perubahan APBD Provsu tahun anggaran 2017 disepakati jumlah Pendapatan setelah perubahan menjadi Rp12.369.758.038.814, bertambah sebesar 199.175.932.901 atau 1,64% dari APBD tahun 2017. Sedangkan Belanja bertambah Rp382.013.021.330 menjadi Rp13.416.697.313.275 atau naik 2,93 % dari belanja sebelum perubahan.(wol/rdn/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

DPRD Medan Usulkan Ranperda Hak Inisiatif Larangan Penggusuran

MEDAN, Waspada.co.id – Saat ini DPRD Medan mengusulkan inisiatif Rancangan Peraturan Daerah (ranperda) tentang larangan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: