Newsticker
WOL / Sumut / Nias Bisa Kembangkan Energi Terbarukan dari Laut
Ilustrasi
Ilustrasi

Nias Bisa Kembangkan Energi Terbarukan dari Laut

MEDAN, WOL – Semakin menurunnya cadangan minyak bumi dan bahan bakar sumber fosil lain, mengharuskan pemerintah menyiapkan energi terbarukan. Salah satunya pemanfaatan energi dari laut terutama gelombang, pasang surut, dan panas laut untuk menghasilkan tenaga listrik. Apalagi, Indonesia memiliki luas perairan hampir 60 persen dari luas wilayahnya.

“Memang biaya mengembangkan energi laut ini lebih mahal daripada mengembangkan energi angin, matahari dan lainnya, tetapi Pemerintah NTT bisa mengembangkan energi laut ini bekerjasama dengan Belanda, nantinya akan dipasang turbin untuk menghasilkan 300 MW sehingga satu desa bisa teraliri listrik,” tutur Board of Supervisor Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia, Djoko Winarno, di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumut, Jumat (17/2).

Menurutnya dari hasil studi ada 11 lokasi laut di beberapa daerah Indonesia, bisa dikembangkan menjadi energi terutama dari gelombang, pasang surut, dan panas laut itu sendiri. “Salah satunya laut di Nias, Sumut. Saya harapkan Sumut juga bisa mengembangkan energi terbarukan di Sumut,” ujarnya.

Ditambahkan, Undang Undang No. 30 tentang energi terbarukan mengamanatkan bahwa penyediaan dan pemanfaatan energi terbarukan wajib ditingkatkan oleh pemerintah dan pemerintah daerah (pasal 20 angka 4 dan pasal 21 angka 2), penyediaan dan pemanfaatan energi dari sumber energi terbarukan dapat memperoleh kemudahan dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya untuk jangka waktu tertentu hingga tercapai nilai keekonomiannya. “Pada tahun 2025, penggunaan energi terbarukan sudah 23 persen,” tambahnya.

Sementara itu, DPD RI, Parlindungan Purba, mengatakan Provinsi Sumut juga siap mengembangkan energi laut di Nias.

“NTT saja bisa, kenapa Sumut tidak bisa?  Pertemuan kita ini saya laporkan keMenteri ESDM agar sumber energi di daerah itu terutama laut bisa dikembangkan. Nias itu butuh listrik, karena angka kemiskinan tinggi di sana. Dengan adanya listrik, maka industri bisa tumbuh di sana,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, dia juga menyebutkan, Sumut pertama kali yang menginisiasi RUKD (Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah).

“RUKD ini perlu perda, maka kita perlu dukungan dari DPRD. RUKD itu disusun untuk mengetahui berapa kebutiluhan energi listrik, disource dari mana sehingga sudah ada konsep jika ada pembangunan pembangkit listriknya,” tambahnya.

Sedangkan Kepala DKP Sumut, Zonny Waldi, mengatakan di Sumut memiliki 413 pulau, dari jumlah tersebut yang punya nama 204 pulau.

“Pulau-pulau ini membutuhkan energi untuk memajukan potensi yang ada di daerah tersebut. Seperti Nias industri perikanan tidak berjalan baik karena krisis listrik. Ikam akan cepat busuk karena proses pengawetan tidak bisa dilakukan,” tambahnya.(wol/rdn/data3) 

Editor: SASTROY BANGUN

Baca Juga

WOL Photo

Tim Terpadu Tertibkan 5 Papan Reklame di Jalan Multatuli

MEDAN, WOL – Penertiban papan reklame bermasalah kembali berlanjut, Jumat (24/3) dini hari. Sejumlah 5 ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.