_
Home / Sumut / Mayoritas Pengguna Narkoba di Sumut Adalah Remaja
foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

Mayoritas Pengguna Narkoba di Sumut Adalah Remaja

MEDAN, Waspada.co.id – Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi darurat narkoba. Sebagian besar peredarannya menyasar anak-anak muda di perkotaan hingga ke tingkat pedesaan.

Khawatir tentang hal itu, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi meminta bantuan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI) Komjen Pol Heru Winarko untuk menanggulangi peredaran narkoba di Sumut. Gubsu berharap kedatangan Kepala BNN Pusat memberikan pencerahan, khususnya untuk usaha pemberantasan narkoba di Sumut.

“Tolong kami dibantu Pak, arahkan kami, tindakan-tindakan apa yang harus kami lakukan, agar narkoba hilang dari Sumut ini,” ujar Edy ketika menerima kunjungan silaturahim dan ramah-tamah Kepala BNN beserta rombongan di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Medan, Minggu (18/8).

Edy juga bercerita tentang kunjungannya ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta Medan dalam rangka pemberian remisi untuk warga binaan dalam rangka HUT ke-74 Kemerdekaan RI, Sabtu (17/8) kemarin.

“Kemarin saya mengunjungi lapas Tanjung Gusta pada Hari Kemerdekaan. 80% penghuninya berkaitan dengan kasus-kasus narkoba. Banyak anak muda pula, miris kita. Bagaimana masa depan Sumut kalau anak mudanya begini? Narkoba ini kejam, merusak mental dan masa depan,” seru Edy.

Kedatangan Heru ke Sumut dalam rangka pelatihan dan penyeragaman terkait rehabilitasi bagi para pengguna dan pecandu narkoba melalui rekomendasi Tim Asesmen Terpadu (TAT). Para peserta pelatihan adalah penyidik dari BNNP Sumut, Polda/Polres, jaksa penuntut umum hingga hakim yang menangani kasus narkoba.

Heru membenarkan bahwa narkoba merupakan salah satu permasalahan yang amat serius di Sumut. Untuk itu, BNN memilih Sumut sebagai salah satu lokasi tempat pelatihan selain Lampung dan Samarinda. Heru mengatakan salah satu kelompok pengguna narkoba yang mengkhawatirkan di Sumut adalah kelompok remaja yang telah mencapai 130 ribu lebih.

Pelatihan yang akan dilaksanakan selama empat hari, kata Heru, salah satunya menyamakan persepsi tentang Pasal 54 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkoba bahwa pecandu narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Terkait penanganan narkoba, Heru menyarankan untuk melibatkan kearifan lokat adat istiadat. Di Bali, pemberantasan narkoba melibatkan kepala desa. Begitu juga di Padang, melibatkan Ninik Mamak. Seseorang yang memakai narkoba di Bali akan dikeluarkan dari “Banjar” sebagai hukuman sosial dan di Padang rumahnya tidak akan dimasuki Ninik Mamak.(wol/aa/data1)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Terpilih Ketua KNPI Sumut, El Adrian Shah: Pemuda Sumut Harus Bermartabat

MEDAN, Waspada.co.id – El Adrian Shah terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.