_
Home / Sumut / Masyarakat Agamis Harus Ditunjang Ruang Ibadah yang Layak
foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

Masyarakat Agamis Harus Ditunjang Ruang Ibadah yang Layak

MEDAN, Waspada.co.id – Masyarakat yang agamis memiliki keimanan, taat ibadah, dan menjunjung nilai-nilai spiritual dalam aktivitas sehari-hari. Semakin baik tingkat keimanan dan agama, semakin takut seseorang tersebut melakukan perbuatan tercela maupun kriminal.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Musa Rajekshah, saat membuka Seminar Nasional Evaluasi Publik Penempatan Ruang Ibadah yang Representatif di Gedung, Fasilitas Umum, dan Tempat Wisata di Sumut di Tiara Hotel and Convention Center Medan, Kamis (10/10) kemarin.

“Untuk mewujudkan masyarakat yang agamis ini tentunya harus ditunjang dengan keberadaan ruang ibadah yang layak, khususnya di gedung-gedung fasilitas umum dan tempat wisata,” ujar Wagubsu.

Wagub mengapresiasi terlaksananya seminar nasional tersebut. Menghadirkan ragam pembicara profesional dari berbagai latar belakang, diharapkan akan menghasilkan kajian yang bisa menjadi masukan bagi pemerintah, khususnya Pemprovsu.

“Evaluasi publik lewat seperti ini harusnya sering terlaksana, diskusi dan bertukar pandangan yang sifatnya edukatif dan informatif,” tutur pria yang akrab disapa Ijeck ini.

Ijeck juga menyayangkan masih ada masyarakat yang ketika tidak menyetujui sesuatu memilih untuk menyuarakan ketidaksetujuannya dengan cara-cara yang tidak santun. Padahal, bisa disuarakan lewat diskusi, kajian, seminar dengan para ahli atau cara lain yang bersifatnya membangun.

Perihal evaluasi penempatan ruang ibadah ini, ia berharap menjadi perhatian bagi pemilik atau pengelola fasilitas-fasilitas umum, khususnya mushala bagi umat Islam yang wajib melaksanakan ibadah lima kali dalam sehari.

Ketua Panitia yang juga Ketua PW Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sumut, Nispul Khoiri, mengatakan maksud seminar nasional tersebut adalah bentuk kepedulian mengadvokasi persoalan-persoalan krusial di tengah masyarakat.

“Saat ini, masih banyak ruang ibadah yang kurang representatif, tak hanya untuk umat muslim tetapi juga umat agama lainnya. Misalnya, di tempatkan di sudut ruangan sempit, di tempat parkir, dan sebagainya. Untuk itu, di sini kita ingin mengevaluasi untuk jadi masukan nantinya,” papar Nispul.

Adapun jumlah peserta kurang lebih 300 orang dari berbagai komponen masyarakat. Narasumber yang dihadirkan adalah GM PT PLN Sumut Feby Joko Priharto, Ketua PB IKA PMII sekaligus Wakil Ketua III DPD RI Akhmad Mukowam, Sekum MUI Sumut Ardiansyah, dan tokoh muda NU Sumut Ance Selian. (wol/aa/data1)

editor AUSTIN TUMENGKOL

适适

Check Also

Tahun 2020, Kapolri Harus Mampu Jadikan Indonesia ‘Zero Narkoba’

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua DPD Ikatan Penasehat Hukum Indonesia Sumatera Utara (IPHI Sumut), M Sa’i ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.