_
Home / Sumut / Malam Mabuk, Pagi Hari Ditemukan Tewas Gantung Diri
WOL Photo/lihavez

Malam Mabuk, Pagi Hari Ditemukan Tewas Gantung Diri

MEDAN, WOL – Tidak ada keluarga yang menyangka, Parluhutan Situmorang (52) meninggal secara tragis. Pasalnya, bapak paruh bayah ini ditemukan tewas gantung diri dengan menggunakan selendang di salah satu warung di depan kediamannya Jalan Tegal Sari, Cempaka 7, Desa Laudendang, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang Kamis (25/6).

Informasi diperoleh Waspada Online menerangkan, peristiwa itu pertama sekali diketahui oleh abang kandung korban, Horas P Situmorang saat hendak membuka warung jualannya. Alangkah terkejutnya ia, ketika membuka warung tersebut melihat adiknya sudah meregang nyawa dengan posisi tergantung dililit kain selendang.

“Sekitar pukul 08.00 WIB tadi aku temukan adikku itu tewas gantung diri. Saat itu aku sedang ingin membuka warung jualanku,”ucap Horas P Situmorang saat ditemui wartawan di lokasi kejadian.

Horas menyebutkan, sebelum ditemukan meninggal dunia, kemarin malam korban pamit kepada dirinya pergi ke lapo tuak untuk menenangkan diri, karena ada masalah keluarga di Padang Sidempuan. Ketika kembali pulang korban dalam keadaan mabuk.

“Tadi malam dia pamit kepadaku ingin ke lapo tuak untuk menenangkan diri karena ada masalah di kampung. Pas kembali pulang dia sudah dalam kondisi mabuk berat,” jelas abang korban.

Akan tetapi, sambung pria paruh baya ini, melihat adiknya dalam kondisi mabuk kemudian dirinya menyuruh untuk tidur di warung miliknya. Tanpa ada perasaan yang mengganjal, ternyata di warung tersebut mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. “Karena dia dalam kondisi mabuk kusuruhlah dia tidur di warung. Tanpa sepengatahuanku dia pun gantung diri,” terangnya.

Ketika ditanya sejumlah wartawan mengenai masalah yang menimpa korban Horas P Situmorang mengaku tidak mengatahui masalah yang menimpa adiknya tersebut. “Kemarin adikku pulang dari Sidempuan karena ada masalah. Nah baru satu hari dia pergi kembali lagi ke Medan. Ketika aku menanyanakan mengenai masalah tersebut dia hanya diam,” akunya bahwa adiknya memiliki lima orang anak.

Sementara itu, Kapolsek Percut Seituan, Kompol Rudi Silean melalui Kanit Reskrim AKP Luhut Sihombing saat dikonfirmasi membenarkan ada peristiwa tewas gantung diri di wilayah hukumnya. “Korban bunuh diri mengalami depresi, karena ada masalah keluarga. Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Saat ini korban sudah disemayamkan pihak keluarga di rumah duka,” terangnya. (wol/lihavez/data2)

适适

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

2019, Kelistrikan Sumut Akan Ditambah 900 MW

SIDIKALANG, Waspada.co.id – Tahun 2019, PT PLN Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (UIK SBU) ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.