_
Home / Sumut / Langkah Mitigasi Dampak PLTA Batangtoru Sudah Tepat
WOL Photo

Langkah Mitigasi Dampak PLTA Batangtoru Sudah Tepat

JAKARTA, Waspada.co.id – Langkah yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang melakukan mitigasi dampak pembangunan pembangkit listrik tenaga air atau PLTA di Batangtoru, Tapanuli Selatan, dinilai sudah tepat.

Langkah tersebut untuk memastikan proyek energi terbarukan itu bisa berjalan selaras dengan upaya perlindungan bentang alam Batangtoru dan konservasi orangutan. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) dari unsur lingkungan hidup, Sonny Keraf, menyatakan Menteri Siti Nurbaya telah melakukan sejumlah langkah tepat dalam mitigasi dampak pembangunan PLTA.

“Langkah KLHK sudah benar,” kata Sonny, mantan Menteri Lingkungan Hidup itu, Senin (29/10) kemarin.

Langkah tersebut, termasuk mengirim tim untuk melakukan pemantauan intensif terhadap orangutan dan habitatnya. Selain itu, KLHK juga sudah memerintahkan pengembang PLTA Batangtoru merevisi dokumen Analisis mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) untuk akomodasi keberadaan orangutan di sekitar lokasi pembangunan.

Instruksi-instruksi konkrit, seperti kewajiban menyiapkan jembatan arboreal dan perlindungan koridor orangutan, juga sudah disampaikan KLHK kepada pengembang PLTA. Sonny menyatakan pembangunan PLTA Batangtoru penting untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan yang rendah emisi gas rumah kaca (GRK).

Disebutkan, ini merupakan bagian dari perwujudan komitmen Indonesia menurunkan emisi GRK, seperti dinyatakan Presiden Joko Widodo pada Konferensi Perubahan Iklim 2015 di Paris. Di sisi lain, perlindungan terhadap orangutan dan seluruh ekosistemnya juga tidak boleh dikorbankan atas nama pembangunan.

“Jadi, ini memang tanggung jawab KLHK. Penggunaan energi terbarukan untuk mengurangi emisi GRK harus didorong, sementara konservasi ekosistem hutan dan habitat orangutan juga harus dijaga,” ujarnya.

Sonny menyerukan kepada sejumlah LSM yang masih menyuarakan penolakan pembangunan PLTA Batangtoru untuk berpikir lebih komprehensif. Penolakan tersebut, berarti penggunaan energi berbasis fosil seperti batubara dan minyak bumi akan berlangsung terus.

“Kalau semua pembangunan pembangkit energi terbarukan dihadang dengan isu lingkungan, tidak akan ada investor yang mau masuk. Maka, komitmen kita untuk menurunkan emisi GRK akan terancam. Lalu, kita akan terus menerus membakar batu bara yang membuat dampak buruk perubahan iklim menjadi-jadi,” katanya.

“PLTA Batangtoru akan menggantikan pembangkit diesel terapung yang kita sewa dari Turki, dengan biaya besar dan masih menggunakan minyak bumi. Jika bisa memanfaatkan sumber daya di dalam negeri, tentu akan lebih baik dan lebih murah,” sebut Sonny lagi.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya memerintahkan pengembang PLTA Batangtoru menjaga koridor orangutan yang ada, untuk memastikan kelestariannya. Siti juga menyatakan sudah menginstruksikan agar pengembang PLTA memperkuat dokumen Amdal untuk mengakomodasi keberadaan orangutan di sekitar lokasi.
(wol/aa/vvn/data1)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Kelestarian Lingkungan Menjadi Elemen Penting PLTA Batang Toru

MEDAN, Waspada.co.id – Senior Advisor Lingkungan PT NSHE, Dr. Agus Djoko Ismanto Ph.D, Agus Djoko ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: