_
Home / Sumut / KPU Sumut Sebar 9.291.800 Surat Suara Pilgubsu ke 27.478 TPS Se-Sumut
Foto: Waspada.co.id

KPU Sumut Sebar 9.291.800 Surat Suara Pilgubsu ke 27.478 TPS Se-Sumut

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua KPU Sumut Mulia Banurea, mengatakan rencananya 30 Mei 2018, seluruh surat suara Pilgubsu berjumlah 9.291.800 akan disebarkan di 27.478 TPS se-Sumut mulai didistribusikan ke-33 kabupaten/kota.

Surat suara yang dicetak jumlahnya berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) 9.050.483 ditambah 2,5 persen dari DPT per-TPS 238.211 lembar ditambah 2.000 surat suara untuk pemilihan ulang.

“Setibanya di daerah tujuan, KPU kabupaten/kota bersangkutan akan melakukan sortir dan memeriksa surat suara,” ujar Mulia saat diskusi bersama Fokja Wartawan KPU Sumut di Kafe Nongkrong Jalan Saman Hudi Medan sekaligus buka puasa bersama yang dipandu oleh Ketua Fokja Wartawan KPU Sumut Safii Sitorus Senin (28/5).

Menurut Mulia, diprediksi awal Juni seluruh surat suara yang dicetak PT Gramedia Grup di Cikarang ini telah sampai di seluruh KPU kabupaten/kota.

Dalam pencetakan ini, KPU Sumut langsung melakukan pemantauan yang dipimpin Komisioner KPU Sumut Dr Iskandar Zulkarnain. Sebelumnya, KPU Sumut bersama perwakilan pasangan calon menyepakati dummi atau format baku kertas suara Pilgubsu 2018.

KPU Sumut mengundang perwakilan paslon Pilgubsu nomor urut satu, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) dan perwakilan paslon nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss), untuk menyosialisasikan specimen surat suara Pilgubsu di Kantor KPU Sumut, Senin (14/5) sore

Masing-masing perwakilan paslon juga diminta menandatangani berita acara kesepakatan specimen surat suara. Kemudian diikuti para komisioner KPU, perwakilan Bawaslu dan pemangku kepentingan terkait lainnya, demikian disampaikan Mulia.

Sementara Shohibul Ansor Siregar yang diundang sebagai narasumber pada diskusi tersebut, menyoroti munculnya peluang-peluang terjadinya penyelewenangan terutama di daerah-daerah terpencil yang pengawasananya untuk itu sangat terbatas.Demikian pula ketepatan dan jumlah kertas suara yang sampai ke daerah dimaksud.

“Saya khawatir soal waktu bahkan jumlah sampai ke desa-desa terpencil sangat rawan, perlu menjadi perhatian serius KPU di japupaten/kota atau pihak-pihak terkait untuk itu,” ujar pakar Sosiologi Antropologi UMSU itu.

Shohibul juga menyoroti dan heran kenapa saat ini segala sesuatu urusan dan ketetapan di pusat?

Ketika hendak mencalon menjadi kepala daerah misalnya harus berurusan dengan pimpinan partai di pusat. Termasuk mencetak logistik Pilgubsu Sumut ini juga di pusat, bagaimana efisiensinya, apakah dalam pengelolaan pilkada serentak di Indonesia ini tak memerlukan-hemat-hemat, sementara terus berhutang di luar negeri sana,ujar Shohib.

Bagi Shohib, karena mencetaknya jauh dari daerah ini, akan membutuhkan pendanaan yang cukup besar. “Ya buktinya saja pastilah pihak-pihak yang megurusi percetakan itu berulang kali ke pusat untuk itu,”ujarnya.

Pada diskusi tersebut juga membahas penetapan teknis keberangkatan prestour bagi para wartawan KPU Sumut untuk meliput kesiapan logistik sebelum Pilgubsu dan rekapitulasi suara sesudah Pilgubsu di kabupaten/kota. (wol/data2)

Editor: RIDIN

适适

Check Also

KPU Sumut Ulangi Penghitungan Suara Partai Gerindra di Dolok Sanggul

MEDAN, Waspada.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut kembali membuka rapat pleno terbuka tingkat provinsi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.