Home / Sumut / KPK Kirimkan Surat DPO Umar Ritonga ke Kapolri
Foto: waspada.co.id

KPK Kirimkan Surat DPO Umar Ritonga ke Kapolri

MEDAN, Waspada.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi telah mengirimkan surat Daftar Pencarian Orang atas nama Umar Ritonga tersangka Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Labuhanbatu, Sumatera Utara kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Up. SES-NCB-Interpol Indonesia, di Jakarta.

Menurut Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah, surat tersebut disertai Foto dan permintaan: Untuk ditangkap dan diserahkan di Kantor KPK.

“Bagi masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan Sdr. Umar Ritonga agar menyampaikan Informasi pada kantor kepolisian setempat atau menyampaikan pada KPK melalui telpon: 021-25578300.

Kami ingatkan, bahwa pihak-pihak yang mencoba melindungi tersangka akan ada resiko hukum berdassrkan Pasal 21 UU Tipikor dengan ancaman pidana paling singkat 3 tahun, paling lama 12 tahun (Pasal 21 UU tipikor),” ujar Febri Diansyah kepada Waspada Online, Selasa (24/7).

Sebelumnya, pada Sabtu (21/7) KPK juga menggeledah rumah Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap di Jalan Pelajar Timur Lingkungan 6, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Medan.

Penyidik KPK juga telah menemukan mobil yang diduga dibawa oleh tersangka Umar Ritonga yang melarikan diri membawa uang di Labuhanbatu saat tangkap tangan dilakukan.

“Mobil ditemukan di dekat kebun sawit dan hutan di Labuhanbatu. Ketika mobil ditemukan, ban sudah dalam keadaan kempes dan tidak layak jalan,” ujar Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah.

Menurut Febri, KPK menduga mobil tersebut awalnya mobil plat merah yang diganti menjadi plat hitam ketika digunakan UMR mengambil uang di bank BPD Sumut.

Selain itu, kata Febri, KPK juga telah melakukan penggeledahan di 8 lokasi di Labuhanbatu, yaitu: Kantor Bupati Labuhanbatu, rumah dinas Bupati Labuhanbatu, rumah pribadi bupati, kantor PT Binivan Kontruksi Abadi, kantor dinas PU, kantor BPKAD, rumah tersangka UMR dan rumah ES

“Dari lokasi penggeledahan disita, dokumen terkait proyek, anggaran dan pencairan proyek, cctv dan peralatan komunikasi.

Di salah satu rumah tersangka ditemukan bungker bawah tanah, namun telah dalam keadaan kosong.

Kami juga mendapatkan informasi ada upaya pihak keluarga tersangka (isteri) untuk membuang barang bukti ke sungai terdekat dari atas sebuah jembatan di Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu,” jelas Febri. (wol/data2)

Editor: RIDIN

Check Also

KPK Agendakan Periksa Lima Tersangka Uang Ketok DPRD Sumut

MEDAN, Waspada.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengagendakan pe meriksaan terhadap lima orang tersangka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: