Home / Sumut / Konsumsi Narkoba, Mobil Sedan Nyungsep ke Parit
WOL Photo/lvz

Konsumsi Narkoba, Mobil Sedan Nyungsep ke Parit

MEDAN, WOL – Satu unit mobil sedan Toyota Altis warna silver nomor polisi BK 1158 HZ, yang dikendarai Mikael (27) warga Jalan Ngalengko, Kecamatan Medan Timur, nyungesep ke dalam parit di Jalan Pasar V Timur, tepatnya di depan kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kamis (6/8).

Informasi yang diperoleh menerangkan, diduga Mikael pemiliki mobil sedan terpengaruh narkoba dan sedang fly bersama pasangan warianya, ketika mengendarai mobil menuju Tol Pasar 5, mengarah ke Jalan Laut Dendang.

Beruntung, dalam insiden laka lantas, tak menimbulkan korban jiwa, lantaran kondisi pinggiran jalan depan kampus yang diketahui banyak para pedagang yang berjualan sedang tutup.

Dijelaskan, kecelakaan tunggal tersebut berawal ketika mobil sedan yang dikendarai, Mikael, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jalan Pancing menuju Jalan Pasar V, Medan Estate.

Saat berada di depan Kampus Universitas Islam Negri (UIN), datang Mobil Mitsubishi Colt Diesel bertuliskan GMI Anugrah Medan BK 1941 GF, yang dikendarai, Paidi (61) warga Jalan Karyawisata, Medan Barat, turun dari jembatan tol UIN menuju Jalan Pancing.

Di bawah tol, kedua mobil sempat bersenggolan. Paidi (45) salah seorang warga sekitar yang melihat adanya supir ugal-ugalan menyenggol mobilnya, balik arah berusaha mengejar untuk meminta pertanggungjawaban.

Namun, ketika dikejar beberapa meter, Paidi kebingungan, lantaran melihat mobil sedan yang menyenggol mobilnya sebelah kanan mengihilang. Paidi semakin terkejut, saat warga berhamburan mendekati parit yang banyak berdiri tenda-tenda warung pedagang. Di situ dilihatnya mobil sedan BK 1158 HZ yang dikejarnya, telah nyungsep ke dalam parit tersebut.

“Saya datang dari arah Laut dendan mau pulang ke rumah, usai ngantar jamaah gereja. Rupanya si pengendara sedan datang mau ke arah jembatan tol, tapi kencang kali dan nyenggol body mobil yang saya kendarai. Saya berusaha mengejar, pas saya balik arah, rupanya kulihat mobilnya sudah di dalam parit,” sebutnya kepada wartawan.

Warga sempat emosi kepada Mikael, ketika Paidi mengaku Mikael berkendara dengan ugal-ugalan dan sempat menyerempet mobilnya. Terlebih, saat Mikael meminta damai dan berbicara melantur kepada warga.

“Kurasa mabok atau barusan pesta narkoba dia (Mikael) itu bang, soalnya gak jelas ngomongnya. Tiba-tiba, dia datang minta tolong sama polisi dan warga mau damai. Terus, entah apa-apa dia bilang, gak jelas gitu. Sempat mau digimbali tadi,” ungkap Paidi kembali.

Beruntung, petugas Polantas Polsek Percut Sei Tuan, tiba di lokasi. Butuh waktu 1 jam lebih, petugas baru berhasil menderek mobil tersebut dan membawanya ke Lantas.

Sayangnya, pihak kepolisian langsung membebaskan Mikael atas kelalaiannya mengendarai mobilnya. Bahkan polisi tidak melakukan test urine terhadap Mikael yang diduga dalam keadaan kurang sadar saat keluar dari mobilnya. Alasan polisi, dikarenakan antara pengemudi sedan Toyota Altis dan mobil Minibus GMI telah berdamai.

“Mereka tidak mau tandatangani. Kedua pengendaraan dalam wadah gereja, jadi sudah damai. Kita tidak bisa berbuat apa-apa,” sebut Kanit Lantas, AKP Sawangin saat dikonfirmasi wartawan.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Dukung MTQ Nasional, KAI Berikan Promo Ini

MEDAN, Waspada.co.id – Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat serta mendukung kegiatan MTQ Nasional XXVII, PT ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: