_
Home / Sumut / Komisi X DPR RI Terima Keluhan Dana BOS
WOL Photo

Komisi X DPR RI Terima Keluhan Dana BOS

MEDAN, Waspada.co.id – Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Utara, anggota komisi X DPR RI berkesempatan mengunjungi sekolah Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YP SIM) Jalan Bakul Medan Sunggal, milik dr Sofyan Tan yang juga termasuk anggota komisi X DPR RI, Kamis (2/5).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan anggota komisi X DPR RI terdiri dari Wakil Ketua Komisi X Abdul Fikri Faqih, Esti Wijayati, Irine Yusiana Roba Putri, Zuhri Yahya, Marlinda Irwanti, Bambang Sutrisno, Salomo Parlindungan, Sei Meliyana, Ayub Khan, Putu Supadma Rudana, Yayuk Basuki, Dedi Wahidi, Lidia Hanifah, Anas Tahir, Titik Prasetyowati Verdi, dr Sofyan Tan, Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora Prof Dr. Faisal Abdullah dan Kemendikbud, disambut oleh Ketua Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda, Finche Kosmanto.

Dalam kesempatan itu, Pimpinan Sekolah YP SIM, Edy Tjitro, menuturkan YP SIM mengajarkan keberagaman dan kebhinekaan. Meski terjadi perbedaan suku, agama, dan RAS serta tingkat sosial ekonomi yang berbeda, tapi dirajut dalam kesatuan kebangsaan yakni Indonesia.

“Sekolah ini dibangun untuk semua orang, maka YP SIM ini memberikan pendidikan utamanya adalah pendidikan hati yang bisa selalu sejuk dan tidak membedakan perbedaan,” tuturnya.

Kejelasan bagi siswa yang diterima jalur undangan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang butuh transparansi. Karena sekolah negeri dan swasta harus mempunyai kesempatan yang sama mendapatkan jalur undangan. Kemudian ia juga mengkritik dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang pencairannya belum terealisasi meski sudah selesai pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Sampai hari ini anggaran dana BOS belum juga diterima yang seharusnya dana itu untuk pelaksanaan ujian yang diikuti siswa. Selain itu masalah buku yang memang ada bantuan dari pemerintah tapi belum konkrit masih pelajaran wajib saja,” ungkapnya.

Sementara menurut, Wakil Ketua dan anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih dan Esti Wijayati, bahwa permasalahan pencairan dana BOS yang sering terlambat pencairannya diterima pihak sekolah sudah beberapa kali terjadi dan hampir di seluruh daerah. Untuk itu, memasuki masa sidang DPR RI, maka komisi X punya kewajiban menjadikan agenda utama untuk mempertegas dan mendesak Kementerian Pendidikan segera merealisaaikan dana BOS.

“Kalau ada kendala-kendala di lapangan juga harus disampaikan ke Komisi X. Karena dana BOS itu memang harus diserahkan ke pihak sekolah dan tidak bisa ditunda,” jelasnya.

Ditambahkan dr Sofyan Tan, pencairan dana BOS harusnya sudah direalisasikan sebelum triwulan pertama, tapi kenyataannya memasuki triwulan kedua juga belum ada pencairan.

“Padahal dana BOS itu kan digunakan untuk ujian siswa. Bagaimana bagi sekolah yang hanya berharap dari dana BOS, apa harus utang dulu pembiayaan pelaksanaan ujiannya? Karena menurut informasi bahwa dana dari pusat sudah turun ke daerah, tapi belum dapat didistribusikan ke pihak sekolah. Ini harus jadi perhatian serius Dinas Pendidikan Sumut. Ada apa? Sangkutnya dimana? Harus segera dicairkan karena itu hak sekolah,” tandasnya.(wol/eko/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Gubsu: Prestasi Siswa Juga Bukti Kehebatan Sumut

MEDAN, Waspada.co.id – Rabu (14/8), ribuan siswa berprestasi asal Sumatera Utara (Sumut) memadati Aula Raja ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.