Home / Sumut / Kisruh PAC dan DPC PDIP se-Sergai Berlanjut
foto: istimewa

Kisruh PAC dan DPC PDIP se-Sergai Berlanjut

MEDAN, Waspada.co.id – Gejolak yang terjadi di tubuh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Serdang Bedagai semakin memanas. 14 PAC PDIP se-Sergai mengultimatum Delpin Barus selaku Ketua DPC PDIP Sergai.

Mereka mengingatkan Ketua DPC Perjuangan Kabupaten Sergai untuk tidak menginginkan terulangnya peristiwa tahun 1996 lantaran tak mengakomodir keluhan 14 dari 17 PAC PDIP se se-Sergai.

“Bisa saja terulang peristiwa itu seandainya Delpin Barus bersikukuh menolak saksai partai yang kami ajukan,” kata Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Perbaungan, Anwarsyam, saat dihubungi Kamis (21/3) malam.

Seperti diketahui, peristiwa 27 Juli 1996 adalah kerusuhan pengambilalihan secara paksa kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro Jakarta. Saat itu merupakan tragedi berdarah. Peristiwa itu pun disebut sebagai peristiwa Sabtu Kelabu.

“Apa beliau (Delpin Barus-red) mau seperti itu terjadi di Kabupaten Sergai? Kami pun siap melayaninya. Jangan sampai ‘Merah berubah menjadi berdarah-darah di Kabupaten Sergai’,” ujar Anwarsyam.

Diketahui, 14 PAC PDIP se Sergai mengalami krisis kepercayaan terhadap Delpin Barus yang dinilai telah melanggar aturan internal partai. Ke 14 PAC ini menyerahkan data saksi di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilu 2019, tapi ditolak Plt Kepala Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) Sergai, Aron Nababan.

Alasannya, data saksi sudah dikirim ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sumut dari Korwil DPC yang melaksanakan perekrutan saksi dan hal itu atas petunjuk pihak DPC. Pada Rabu (20/3), mereka mendatangi kantor DPC PDIP Kabupaten Sergai.

Kedatangan 14 PAC PDI Perjuangan se Sergai ini diterima Wakil Ketua DPC PDIP Sergai P Sihombing dan Aron Nababan. Sempat terjadi adu argumen dan silang pendapat, sehingga pertemuan menemui jalan buntu. DPC PDI P Sergai tak bisa memberikan jawaban memuaskan.

Dari pertemuan itu DPC seperti kata P Sihombing memberi waktu seminggu untuk menjawab keinginan 14 PAC tersebut. Yang mengecewakan bukan karena mereka harus menunggu waktu satu minggu. Tapi, ada ucapan salah satu unsur wakil ketua menyebutkan mereka sudah diracuni.

“Benar-benar kami geram dengannya! Kisruh ini berkepanjangan bisa memengaruhi perolehan suara di Pilpres,” ujarnya.

Anwarsyam menegaskan nantinya (setelah satu minggu-red) DPC tak merealisasikan tuntutan untuk mengakomodir saksi partai yang diajukan, akan membawa masalah ini ke DPD dan DPP PDI Perjuangan.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua PAC PDIP Tebing Syahbandar, Rasimin. Menurutnya, ulah Delpin bukan cuma merugikan partai mendulang suara, tapi juga dirinya sebagai caleg PDIP untuk DPRD Kabupaten Sergai.

Ketua PAC PDI Perjuangan Teluk Mengkudu, Reri Edianto, kaget menerima surat pemanggilannya yang terkesan aneh. Surat itu berisikan pemanggilan Ketua PAC PDIP Teluk Mengkudu datang ke kantor DPD PDI P Sumut di Medan, Jumat (22/3).

Herannya, surat pemanggilan tertanggal 21 Maret tahun 2019 dengan nomor 29/IN/DPC-29.15-C/III/2019 bukannya menggunakan kop surat DPD PDIP Sumut melainkan surat menggunakan kop surat DPC PDIP Kabupaten Sergai serta ditandatangani Delpin Barus (Ketua) dan Sunawar SH selaku sekretaris.

“Saya tak respon surat tersebut. Isi surat tak jelas dan terkesan adu domba DPD dengan PAC. Saya hanya disuruh datang tanpa materi yang mau dibahas, Lagipula, saya dipanggil ke DPD tapi yang mengeluarkan surat pemanggilan DPC. Ini kan aneh. Apa surat ini betul atau tidak?” Tanya Reri. (wol/aa/rls/data1)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Jokowi-Amin Unggul Versi Quick Count, Rupiah Tembus 13 Ribu per Dolar AS

JAKARTA, Waspada.co.id – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak menguat di perdagangan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: