Home / Sumut / Kepala RSU Abdul Manan Terjaring OTT
WOL Photo

Kepala RSU Abdul Manan Terjaring OTT

KISARAN, WOL – Tim Tindak Pidana Korupsi Sat Reskrim Polres Asahan mengamankan kepala Rumah Sakit Umum Abdul Manan Simatupang Kota Kisaran beserta bendahara dan empat stafnya.

Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Bayu Putra Samara, didampingi Kanit Tipikor Polres Asahan Iptu Rianto, Jumat (10/11), mengatakan ditangkapnya keenam pejabat rumah sakit karena adanya pengutipan retribusi umum yang tidak sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku.

Seharusnya diberlakukan Perda Nomor 14 Tahun 2014 tentang Retribusi Jasa Umum akan tetapi pihak rumah sakit masih memberlakukan Perda Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Jasa Retribusi Umum, yang sebagian isinya yaitu pembayaran pemeriksaan urin untuk  empat item terhadap pasien yang ingin melakukan tes narkoba, menurut perda yang lama (perda nomor 12/2011) dikenakan biaya Rp250 ribu sedangkan Perda yang baru (14/2014) sebesar Rp150 ribu.

“Seharusnya pasien yang ingin memeriksa keempat item tersebut dikenakan biaya Rp150 ribu, namun ternyata dalam prakteknya selama 2015 hingga November 2017 dikutip Rp250 ribu dan juga terhadap retribusi lainnya,” jelasnya.

Dalam hal ini, Bayu menuturkan, Unit Tipikor akan memproses kasus ini lebih lanjut, karena banyak masyarakat yang sudah dirugikan, dalam kurun waktu tiga tahun belakangan ini.

“Lihatlah, seharusnya bayar lebih murah tapi pihak rumah sakit tetap menjalankan perda yang lama atau tidak berlaku lagi. Kan kasihan masyarakat,” tutur mantan Kanit Pidum Polrestabes Medan tersebut.

Sementara itu, Kanit Tipikor Polres Asahan, Iptu Rianto, menambahkan dalam operasi tangkap tangan (OTT) tersebut, penyidik berhasil mengamankan barang bukti uang sebesar Rp1.054.000 dan berikut berkas pembukuan keuangan pihak rumah sakit.

Adapun keenam orang yang diamankan yaitu Kepala Rumah Sakit dr Edi Iskandar, Staf tata usaha Zubaidah, Bendahara Nurhazizah Tanjung, Kepala Ruang Instalasi Laboratoriu Agus Hariyanto, Staf Kamar Kartu Yusnizar Nainggolan, dan Nurmala yang juga staf kamar kartu.

“Ya, semua yang diamankan berstatus PNS. Kita masih melakukan pemeriksaan. Dalam kurun waktu tiga tahun ini, masyarakat dirugikan ratusan juta bahkan mencapai miliaran rupiah,” pungkasnya.(wol/lvz)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Proses Akuisisi Pertagas Terus Berjalan

MEDAN, Waspada.co.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (“PGN”) terus melaksanakan komitmennya untuk menyelesaikan proses ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: