Home / Sumut / Kepala Disperindag dan Bappeda Langkat Diduga Gelapkan 2 Mobil Tera Meter
Agustinus Riza Kaban selaku Ketua DPD Perjuangan Keadilan.

Kepala Disperindag dan Bappeda Langkat Diduga Gelapkan 2 Mobil Tera Meter

LANGKAT, Waspada.co.id – DPD LSM Perjuangan Keadilan Provinsi Sumatera Utara akan melaporkan dugaan penggelapan dan korupsi asset dua unit mobil Tera Meter milik Disperindag Kabupaten Langkat ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Pasalnya, dua unit kendaraan Disperindag itu tidak dimasukkan maupun dicatat oleh Dinas BAPPEDA Kabupaten Langkat ke dalam Buku LKPJ Bupati Langkat Tahun 2017.

“Kami sudah membuat laporan secara tertulis ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara tentang hal tersebut. Adapun yang kami laporkan dugaan penggelapan terhadap dua unit mobil untuk kegiatan tera meter yang bersumber dari Anggaran APBD Kabupaten Langkat Tahun Anggaran 2017 yg bernilai lebih kurang Rp 1,3 milliar,” ungkap Agustinus Riza Kaban selaku Ketua DPD LSM Perjuangan Sumut, Selasa (15/5).

Menurutnya tindakan yang dilakukan Kepala Disperindag Langkat mengarah tindak pidana korupsi. Sebab pembelian dua unit mobil tidak masuk dalam LKPJ Bappeda dan Bupati Langkat.

“Pada LKPJ  Bupati Langkat Tahun Anggaran 2017 sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban kinerja terhadap penggunaan anggaran yang bersumber dari APBD tahun 2017, ternyata ke dua unit kendaraan mobil tera meter tersebut tidak dilaporkan dan dicatatkan ke dalam buku LKPJ Bupati Langkat Tahun 2017 yang telah disahkan melalui Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Langkat dan telah menjadi Lembaran Daerah Kabupaten Langkat,” akunya.

Tidak dilaporkannya dua unit kendaraan Disperindag itu, Riza menilai adanya unsur kesengajaan dari Disperindag kepada BAPPEDA mengenai LKPJ Bupati Langkat Tahun 2017 tersebut.

“Atau jangan -jangan ada dugaan kerjasama antara Kadisperindag dan Kepala Bappeda Kabupaten Langkat untuk secara bersama melakukan penggelapan terhadap dua unit mobil tera meter yang bernilai lebih dari Rp1,3 milliar,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Langkat, Sujarno, saat dikonfirmasi mengenai dua unit kendaraan Disperindag itu tidak dimasukkan maupun dicatat ke dalam Buku LKPJ Bupati Langkat Tahun 2017, mengatakan kalau itu laporan realisasi dari Disperindag.

Selain itu, Bappeda hanya menginput seluruh laporan SKPD dan laporan realisasi keuangan sesuai APBD Langkat. “Mengenai hal ini coba tanyakan saja ke Disperindag Langkat,” pungkasnya. (wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Setelah 22 Saksi, KPK Periksa Lagi 23 Saksi Kasus Uang Ketok DPRD Sumut

MEDAN, Waspada.co.id – Setelah melakukan pemeriksaan 22 saksi pada Selasa (22/5), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: