Breaking News
Home / Sumut / Kepala BKKBN Sosialisasikan Revolusi Mental Berbasis Keluarga
Istimewa
Istimewa

Kepala BKKBN Sosialisasikan Revolusi Mental Berbasis Keluarga

MEDAN, WOL – Kepala BKKBN dr Surya Chandra Surapaty MPH PhD serta Kepala Perwakilan BKKBN Sumut Drs Temazaro Zega MKes, mensosialisasikan Revolusi Mental Berbasis Keluarga di salah satu stasiun televisi nasional dengan tema Pembentukan karakter dan mental berbasis keluarga di Medan, Selasa (28/3) lalu.

Dalam Dialog Interaktif tersebut, Kepala BKKBN menjelaskan bahwa saat ini karakter dan mental masyarakat Indonesia dinilai masih kurang baik, hal ini dapat diindikasi dari semakin menurunnya angka indeks pembangunan manusia Indonesia.

“Karakter negatif harus dapat diubah menjadi karakter positif, perubahan ini dapat dilakukan melalui gerakan Revolusi Mental yang digaungkan kembali oleh Presiden Jokowi, yang sebenarnya pada tahun 1956 Presiden Sukarno pernah menggaungkan Gerakan Revolusi Mental,” ungkap dr Surya saat berdiskusi.

Lebih lanjut beliau mengungkapkan bahwa revolusi mental bertujuan membangun karakter dan mental manusia menjadi lebih baik. Untuk mewujudkan hal itu, perlu ditingkatkan komunikasi segitiga, yaitu komunikasi antara manusia dengan Tuhan, komunikasi dengan diri sendiri dan komunikasi dengan manusia lain.

dr Surya berharap Gerakan Nasional Revolusi Mental ini dapat dilaksanakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, dengan mengubah manusia Indonesia menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala,” jelas beliau dengan penuh semangat.

Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Temazaro Zega, mengungkapkan bahwa untuk peningkatan kualitas penduduk, tidak hanya dilihat dari tingkat pendidikan dan skill, namun harus dibangun karakter dan mental yang kuat. Keluarga memiliki peranan penting untuk membentuk karakter dan mental anak yang kuat, jujur, sopan, kerja keras dan berdaya saing.

Namun keluarga juga memiliki keterbatasan dalam mendidik dan membentuka karakter anak, jika jumlah anaknya banyak tentu orang tua tidak akan optimal dalam pola asuh anak, sebaliknya jika anaknya sedikit, 2 anak cukup maka tentu orang tua akan secara optimal dalam mendidikan dan membentuk karakter dan mental anak secara baik.

“Untuk itu BKKBN hadir dengan berbagai Program yang bertujuan untuk peningkatan ketahanan keluarga, antara lain program menjadi orang tua hebat, program bina keluarga balita, remaja dan lansia, yang akan membentuk karakter dan mental anak yang kuat untuk muwujudkan masyakarat Indonesia yang sejahtera,” jelasnya. (wol/ags/data3)

Editor: Agus Utama

Check Also

WOL Photo

Satpol PP Tertibkan PK5 Petisah

MEDAN, WOL – Sejumlah 200 personel Satpol PP bersama jajaran Muspika Medan Petisah kembali menertibkan ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.