_
Home / Sumut / Kejatisu Buru Satu Lagi Buronan Korupsi Bank Sumut
Istimewa

Kejatisu Buru Satu Lagi Buronan Korupsi Bank Sumut

MEDAN, WOL – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) memburu satu lagi buronan korupsi Bank Sumut. Lembaga Adhyaksa tersebut pun melakukan cegah tangkal (cekal) terhadap tersangka buronan Haltatif, dugaan korupsi pembelian 294 unit kendaraan dinas Bank Sumut senilai Rp17 miliar tahun anggaran 2013.

“Pencekalan terhadap tersangka korupsi itu telah disampaikan oleh Kejaksaan Agung kepada Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM,” kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejatisu, Agus Salim kepada wartawan Sabtu (22/7).

Buronan tersebut dicekal, menurut dia, agar dia tidak bisa pergi ke luar negeri, karena tersangkut kasus korupsi yang merugikan keuangan negara.

Bahkan, tersangka itu sempat terpantau olen tim intelijen dan sedang berada di Aceh, namun menghilang lagi dan tidak diketahui dimana berada.

“Kejati sampai saat ini, masih terus mencari dimana buronan tersebut bersembunyi,” kata Agus.

Ia menyebutkan, Kejatisu juga telah meminta bantuan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mencari tersangka yang menghilang itu.

Tersangka Haltatif yang juga rekanan pengaadaan kendaraan dinas di Bank Sumut, selama ini tidak pernah hadir, ketika dilakukan pemanggilan di Kejatisu.

Tersangka dinilai tidak kooperatif, dan bahkan telah menghilang dari kediamannya.

Sehubungan dengan itu, Kejati minta kepada Haltatif dengan penuh kesadaran dan segeralah menyerahkan diri secara baik-baik, untuk diproses secara hukum.

Kemudian, bagi masyarakat yang melihat tersangka itu, dapat melapor ke Kejatisu maupun Kejari.

“Saat ini, cuma tinggal tersangka Haltatif yang belum tertangkap dan menjalani pemeriksaan, dalam kasus korupsi tersebut,” kata Aspidsus Kejatisu tersebut.

Sebelumnya, Kejatisu menangkap Zulkarnain, buronan dugaan korupsi pembelian 294 unit kendaraan dinas Bank Sumut senilai Rp17 miliar tahun anggaran 2013.

Tersangka Zulkarnain, Pelaksana Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) diamankan di salah satu rumah makan Jalan Setia Budi Medan, Rabu (1/2) pukul 12.00 WIB.

Kemudian dibawa ke Kejatisu untuk menjalani pemeriksaan selama lebih kurang tiga jam, dan dititipkan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjung Gusta Medan.

Selama menjalani pemeriksaan, tersangka kooperatif dan tidak mempersulit penyidik Kejatisu.

Kejatisu, juga telah menahan Iwan Pulungan, Kepala Divisi Bank Sumut tersangka dugaan korupsi pembelian 294 unit kendaeaan dinas senilai Rp17 miliar tahun anggaran 2013, dan dititipkan di Rumah Tahanan Negara Medan, Jumat (21-10-2016).

Selain itu, Kejati Sumut, Rabu (20-7 -2016) menahan dua orang tersangka dugaan korupsi di Bank Sumut, yakni Muhammad Yahya mantan Direktur Operasional Bank Sumut dan Jefri Sitindaon, Asisten III Divisi Umum Bank Sumut.

Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (16/2) menghukum Mantan Direktur Operasional (Dirops) PT Bank Sumut, M Yahya dan Mantan Asisten III Divisi Umum Bank Sumut Jefri Sitindaon dihukum masing-masing 2,5 tahun penjara.

适适

Sedangkan, Iwan Pulungan dan Zulkarnain, saat ini dituntut JPU masing-masing tujuh tahun penjara.(wol/data1)

Check Also

Waspada Group Buka Peluang Trofi

MEDAN, Waspada.co.id – Tim Waspada Group memetik kemenangan penting di laga keduanya pada turnamen basket ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.