Breaking News
Home / Sumut / Kasus tanah di Samosir jadi dilema polisi

Kasus tanah di Samosir jadi dilema polisi

SAMOSIR, WOL – Kasus pengrusakan tanah di Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara, sepertinya paling rentan terjadi di daerah ini dan penyelesaiannya menjadi dilema bagi pihak kepolisian.

“Banyak masyarakat yang menyampaikan laporan ke kami, tetapi tidak memiliki alas hak seperti sertifikat tanah untuk menguatkan bukti secara hukum,” kata Waka Polres Samosir, Kompol Suyadi, hari ini.

Ketika laporan masyarakat itu tidak dilanjutkan (ditolak-red) kata Suyadi, tak sedikit yang marah-marah dan menyudutkan kepolisian. Suyadi mengatakan, jika mengacu pada undang-undang sebenarnya masalah tanah merupakan ranah hukum keperdataan, tetapi masyarakat berdalih adanya pengrusakan sehingga dianggap menjadi malasah kepidanaan.

“Kami sering menjadi korban, tatkala keluarga bersengketa yang berada di Jakarta maupun di lingkungan Istana Presiden menghubungi kami, untuk atau tidak melanjutkan laporan keluarganya,” papar Suyadi.

Untuk mensiasati tidak terjadi konflik di masyarakat, Polres Samosir kerap melakukan sosialisasi supaya memahami persoalan hukumnya. “Kalau kita biarkan meluas, akan berisiko tinggi, dan ini akan menciptakan suasan tidak kondusif di tengah masyarakat,” kata Kompol Suyadi. (antara/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

ISKA Sumut Harus Ikut Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

MEDAN, WOL – Gubernur Sumut, HT Erry Nuradi, mengharapkan agar Ikatan Sarjana Katholik Indonesia (ISKA) ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.