Home / Fokus Redaksi / Kapoldasu Lebih Suka Blusukan daripada Duduk Manis di Kantor
WOL Photo/Ega Ibra

Kapoldasu Lebih Suka Blusukan daripada Duduk Manis di Kantor

MEDAN, Waspada.co.id – Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw, menegaskan dirinya sangat mengagumi pimpinan. Hal ini disampaikannya dalam sambutan di acara silaturrahim dengan para pemimpin redaksi dan wartawan unit Poldasu di The Hill Sibolangit, Rabu (15/8) malam.

Adapun pimpinan media yang hadir adalah Pemred Waspada Online, Sumut Pos, Tribun Medan, Berita Sore serta Sinar Indonesia Baru (SIB). Dalam acara yang juga dihadiri rekan-rekan sekolahnya di bangku SD dan SMP di Surabaya, Paulus mengatakan 13 bulan memimpin Polda Sumut membuat dirinya lebih paham akan keberagaman dan sejarah dari Sumatera Utara.

“Mulai Senin nanti, saya akan dilantik di tempat tugas saya yang baru sebagai dosen di Lemhanas dan malam ini kita silaturahim. Meski dadakan, terima kasih kepada para pemimpin media dan kawan-kawan wartawan serta teman-teman sekolah yang sudah menyempatkan waktu datang ke sini,” ujarnya.

Paulus mengaku selama menjabat menjadi orang nomor satu di Polda Sumut, pihaknya lebih suka blusukan untuk mengetahui kejadian maupun masalah di lini bawah daripada memberi instruksi dari belakang meja.

“Saya memang sangat suka bepergian saat menjadi Kapolda. Tapi ini bukan sekadar jalan-jalan, melainkan lebih bersifat kunjungan kerja yang sering saya anggap sebagai blusukan,” kata jenderal bintang tiga yang murah senyum ini.

Salah satu blusukan yang dilakukan Irjen Pol Paulus Waterpauw adalah menemani mantan ajudannya dari Papua. Kedatangan mereka, kata Paulus, hanya ingin berwisata sembari melihat keindahan Danau Toba.

“Saya setir mobil sendiri mulai dari Tomok, Tele, Dairi, Tanah Karo, Brastagi, dan Kota Medan. Delapan jam perjalanan saya di belakang kemudi sambil melihat fenomena-fenomena yang ada di lapangan,” ceritanya.

Sejumlah fenomena yang dilihat Paulus adalah kemacatan lalu-lintas di Sibolangit mendekati perbatasan Kota Medan dan kebakaran hutan. Terkait kemacatan, dirinya langsung mengumpulkan para Kasat Lantas dan mengimbau rekayasa jalan menuju Brastagi layaknya di Ciawi-Puncak.

“Kenapa tidak lakukan ini? Kenapa tunggu Kapolda turun baru bergerak? Jadi, maksudnya, kehadiran kita harus ada solusi dan perubahan. Kalau cuma duduk di kantor, mana mungkin bisa lihat kondisi lapangan,” katanya.

“Kalau kita kurang turun ke bawah, kita tidak pernah aktif. Kita tidak pernah ketemu ‘barang’ itu. Itu yang saya lakukan selama menjabat sebagai Kapolda,” pungkas mantan atlet bola voli tersebut. (wol/roy/data1)

Editor: M AGUS UTAMA

Check Also

Keluarga Ujung Tombak Kesejahteraan Sumut

MEDAN, Waspada.co.id – Keluarga memiliki peran penting dalam pembangunan sebuah bangsa. Keluarga menjadi ujung tombak ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: