Home / Sumut / Ini Cara Sihar dan Musa Tangani Peredaran Narkoba di Sumut
WOL Photo/Ega Ibra

Ini Cara Sihar dan Musa Tangani Peredaran Narkoba di Sumut

MEDAN, Waspada.co.id – Saat ini ada 450 ribu orang menjadi korban penyalahgunaan narkoba di Sumatera Utara.

Untuk menekan angka tersebut, Cawagubsu Sihar Sitorus dalam acara debat Pilgubsu 2018 di Hotel Dyandra Santika Medan Selasa (19?6) mengungkapkan problem narkoba adalah problem yang tidak berdiri sendiri.

“Ini adalah problem sosial, ia berangkat dari rumah, dari lapangan pekerjaan dan juga dari edukasi. Dalam hal penanganan narkoba ini kita harus menanganinya secara komprehensif, mereka ini tidak boleh dilihat sebagai penjahat, tetapi lihat mereka sebagai orang sakit yang perlu direhabilitasi.

Menurut Sihar, para pengguna narkoba harus dirangkul karena membutuhkan penanganan yang manusiawi. “Lapangan pekerjaan yang banyak yang ada, ini akan membuat orang berpikir priduktif, kreatif dan menggunakan potensi dirinya untuk sebaik-baiknya.

Jadi penanganan narkoba harus komprehensif dan tidak melulu penanganan hukum dan yang kedua aparat hukum-pun harus mamahami bahwa penyalahgunaan narkoba atau pengguna narkoba ini adalah orang sakit, mereka harus diberi pemahaman jadi penanganannya pun penanganan yang manusiawi dan kuratif,” ujar Sihar.

Menanggapi pernyataan Sihar, Cawagubsu Musa Rajekshah, mengatakan angka 450 ribu membuat Sumut menjadi urutan kedua angka peredaran narkoba di Indonesia setelah Jakarta.

” Nomor satu malah Jakarta ya, Pak Djarot mungkin sudah tahu, yang manjadi masalahnya bukan hanya kita merehab para pengguna narkoba, tetapi hukum harus ditegakkan, bukan hanya pemakai, tetapi pengedar yang terkadang dilindungi oleh sesuatu bahkan di penjara pun dia mengedarkan narkoba, ini ke depan yang harus dilakukan,” ujar Musa Rajekshah.

Menyahuti tanggapan Musa Rajekshah, Cawagubsu Sihar Sitorus, menjelaskan ungkapan yang diutarakan sebelumnya masih disatu sisi yaitu pengguna narkoba.

“Tentunya narkoba ini yang pertama adalah pengedar, nah pengedar inilah yang kira tidak boleh tawar-tawar lagi, mereka tahu konsekwensi dari tindakan mereka yang merusak anak bangsa dan kita tidak akan tawar-menawar untuk menghukum para pengedar dan bandar narkoba dan aparat keamananpun harus diberikan kekuatan.

Mereka harus diberikan anggaran yang besar untuk menangani dan memperluas jaringan dalam menghempang para jaringan narkoba ini.

Jadi komprehensif solusion itu yang kita berikan, penegakan hukum para pengedar, tapi rehabilatif kepada pengguna, maka kita akan menjaga hak azasi meraka serta penegakan hukum yang berkeadilan,” jelas Sihar.(wol/data1)

Editor: RIDIN

Check Also

265 PNS Pemprovsu Tervonis Korupsi, Ini Kata BKD

MEDAN, Waspada.co.id – Sebanyak 33 orang yang bekerja di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) masih ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: