Home / Sumut / Ini Beberapa Saksi Uang Ketok di Kejatisu
WOL Photo

Ini Beberapa Saksi Uang Ketok di Kejatisu

MEDAN, Waspada.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  memerikasa 23 saksi  , terkait 38 tersangka anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019 atas kasus suap mantan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujonugroho yang dikenal dengan uang ketok.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian, mengatakan, pemeriksaan di hari kedua yang berlangsung di lantai 2 gedung Kejatisu ada 24 saksi yang diperiksa sesuai surat dari KPK.  Namun hingga pemeriksaan yang berlangsung hingga sore hari, hanya 23 orang saksi yang hadir memenuhi panggilan penyidik KPK.

“Pada hari kedua ini, kita sudah konfirmasi ke pihak KPK bahwa hari ini ada pemanggilan saksi sebanyak 24 orang. Dengan catatan, dibagi dalam dua shift. Namun ternyata yang hadir hanya 23 orang saja,” kata Sumanggar kepada wartawan, Rabu (23/5).

Pemeriksaan saksi sesi pertama, kata Sumanggar berlangsung dari pukul 09.00 hingga pukul 13.00 WIB. Kemudian sesi kedua pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Dari pantauan di gedung Kejatisu, sejumlah saksi yang merupakan mantan dan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019, Sumut masuk ke gedung Kejatisu untuk memenuhi panggilan penyidik KPK dari pagi hingga siang hari.

Diantara yang tampak hadir diantaranya Fernando Simanjuntak, Samsul Bahri Batubara dan Muchrid Nasution yang merupakan anggota DPRD Sumut periode 2014-2019 dari partai Golkar.

Selain itu tampak juga anggota DPRD Sumut periode 2014-2019, Ari Wibowo ,  Yantoni Davi Purba dan H. Ajie Karim  dari parti Gerindra.

Selain itu tampak juga Alamsyah Hamdani,  mantan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dari partai PDI Perjuangan. Ia datang bersama Yunanto Purba anggota DPRD Sumut periode 2014-2019 dari partai Gerindra.

Usai menjalani pemeriksaan,  saksi yang diperiksa KPK keluar melalui pintu belakang gedung Kejatisu. Salah seorang saksi yang diperiksa,  Muchrid Nasution mengaku ia ditanyai penyidik KPK masih seputar pertanyaan yang pernah diajukan sebelumnya.

“Masih seputaran pertanyaan sebelumnya. Tetap masih seputar interplasi, APBD dan LKPJ,” ucap Muchrid kepada wartawanm

Sementara H. Aji Karim yang keluar dari gedung Kejatisu sekitar pukul 12.15 WIB, terlihat buru-buru menuju halaman parkir, namun karena terus dikejar wartawan, ia pun memperlambat langkahnya.

“Masih soal itu, itu juga. Saya tadi ada ditanya sekitar 12 sampai 13 pertanyaan,” ujarnya sambil berlalu meninggalkan wartawan. (wol/data1)
Editor: RIDIN

Check Also

Daftar 18 Kepala Daerah Korupsi Beredar Via Whatsapp, Fakta atau Hoax?

JAKARTA, Waspada.co.id – Kabiro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menegaskan, KPK tidak pernah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: