Breaking News
_
Home / Fokus Redaksi / Ijeck: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

Ijeck: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

MEDAN, Waspada.co.id – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Musa Rajekshah, memantau hilal (Rukyat Hilal) untuk penetapan 1 Ramadan 1440 H/2019 dari Anjungan Lantai 9, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Minggu (5/5).

Hasilnya, hilal tidak terlihat, namun sesuai kriteria sudah wujud dan berada di atas ufuk mar’i, yakni antara +04 derajat 15’ 34” (Jayapura, Papua) sampai dengan +05 derajat 23’ 37” (Pelabuhan Ratu, Jawa Barat).

“Sesuai dengan paparan yang sudah disampaikan oleh Kepala BMKG Sumut, untuk wilayah Medan memang tidak dapat melihat langsung hilal karena kondisi tidak memungkinkan, cuaca sangat berawan tebal. Tetapi sesuai dengan kriteria yang disebutkan, hilal di Medan telah wujud,” ujar Wagubsu yang juga akrab disapa Ijeck.

Meski begitu, kata Ijeck, pemantauan hilal juga dilakukan di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah. Dirinya berharap hilal bisa dilihat langsung di Barus, sehingga bisa memberikan informasi tambahan bagi Kementerian Agama yang akan mengumumkan resmi masuknya waktu awal Ramadhan.

“Kami atas nama Pemerintah Provinsi Sumut dan seluruh jajaran Forkopimda Sumut, memohon maaf lahir dan batin. Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini kita bisa berlomba-lomba berbuat kebaikan dan ibadah,” katanya kepada seluruh rakyat Sumut.

Kepala BMKG Sumut, Edison, menjelaskan saat ini posisi hilal di Medan telah mencapai tinggi +5.98 derajat , elokasinya +6.96 derajat dan umur bulan sudah 12 jam. Artinya, secara umum hilal sudah bisa terlihat. Hanya saja, kondisi cuaca sangat berawan dan tidak memungkinkan dilihat secara langsung.

Bagi beberapa tempat yang tidak dapat melihat hilal secara langsung, Edison mengatakan bahwa ada beberapa aturan yang ditetapkan untuk menentukan telah wujud atau tidaknya hilal. Baik dari keputusan konferensi internasional di Turki atau kesepakatan Mabim (Menteri Agama Se ASEAN).

“Di Mabim sendiri dikatakan jika hilal tidak terlihat langsung, maka minimal posisi hilal tingginya harus mencapai 2 derajat kemudian elongasi 3 derajat, dan umur bulan tujuh atau delapan jam. Berdasarkan hasil perhitungan di Medan, telah memenuhi kriteria dan secara umum hilal telah wujud,” jelas Edison.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumut, Iwan Zulhami, mengatakan Rukyatul Hilal awal Ramadhan 1440 H dilaksanakan berdasarkan Surat Direktur Jenderal Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah tanggal 10 April 2019 tentang perintah melaksanakan rukyat hilal awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1440 H di seluruh Indonesia.(wol/aa/data1)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Selamat! Putra dan Putri Wagubsu Raih Prestasi Internasional

MEDAN, Waspada.co.id – Anak ketiga dan keempat Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah dikabarkan meraih ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.