_
Home / Sumut / Ijeck: Manfaatkan Dana Hibah Rp25 juta/Ha Untuk Replanting
foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

Ijeck: Manfaatkan Dana Hibah Rp25 juta/Ha Untuk Replanting

MEDAN, Waspada.co.id – Wakil Gubernur Sumatera (Wagubsu), Musa Rajekshah, meminta para petani kelapa sawit  memanfaatkan dana hibah dari Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Sawit (BPDPKS) sebesar Rp25 juta/hektar (ha) untuk peremajaan (replanting) kelapa sawit.

Dana hibah Rp25 juta/ha itu disiapkan BPDPKS untuk peremajaan kelapa sawit perkebunan rakyat. Untuk mendapatkannya, pemohon harus merupakan anggota kelompok tani, surat tanah berstatus Sertifikat Hak Milik (SHM), dan KTP. Setelah itu, BPDPKS akan verifikasi lahan.

“Ada dana hibah dari pemerintah pusat untuk replanting kelapa sawit, tetapi dari pengamatan saya tidak banyak petani kita yang memanfaatkannya. Padahal itu sangat lumayan, bayangkan rata-rata kita butuh sekitar Rp40 juta untuk replanting kelapa sawit per hektar, pemerintah menyiapkan Rp25 juta dan tentunya itu sangat membantu. Kita malah lebih berani meminjam ke bank,” kata Wagub pada acara Indonesian Palm Oil Stakeholder Forum ke-4 (IPOS Forum 2019) di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention Medan, Kamis (25/7).

IPOS Forum merupakan wadah bagi pada stakeholder perkelapasawitan nasional untuk mendiskusikan isu-isu utama sawit nasional hingga rencana aksi. Mendiskusikan tema seperti Percepatan Program Sawit Rakyat, Keamanan Perkebunan, Percepatan Program ISPO, Perda, dan sebagainya.

Tujuannya, untuk menemukan solusi atau kesepakatan bersama atas isu-isu yang diangkat dalam forum ini. Wagub atau akrab disapa Ijeck juga berharap petani-petani bisa menanam sawit dengan baik, demi kesinambungan dan produktivitas sawit itu sendiri serta tetap memperhatikan dan menjaga kelestarian lingkungan.

“Teknologi terus berkembang, teknologi replanting juga berkembang, sekarang ada bibit sawit yang bisa menghasilkan lebih cepat. Kita perlu mengikuti perkembangan tersebut. Selain itu kita juga harus melibatkan masyarakat, perkebunan sawit harus bermanfaat untuk masyarakat sekelilingnya, bisa dengan pola intiplasma atau CSR,” tambah Ijeck.

Wakil Ketua Umum I (Urusan Organisasi) GAPKI, Kacuk Sumarto, merasa perlu adanya perubahan signifikan di kelapa sawit saat ini dan salah satunya mengembalikan marwah Sumut sebagai penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia. Menurutnya, Sumut memang memiliki segala hal yang dibutuhkan untuk menghasilkan kelapa sawit yang unggul.

“Perkiraannya ada penurunan ekspor kelapa sawit sekitar 20 juta ton tahun depan karena upaya mencari pengganti produk kelapa sawit dan itu sudah dilakukan Uni Eropa. Karena itu kita perlu mengembalikan kejayaan kelapa sawit di Sumut,” kata Kacuk. (wol/aa/data1)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Pemprovsu Jajaki Kerja Sama Pengolahan Sampah Jadi Energi

MEDAN, Waspada.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menjajaki kerja sama untuk pengolahan sampah dengan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.