Home / Sumut / Hinca Panjaitan Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan
WOL Photo

Hinca Panjaitan Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan

ASAHAN, Waspada.co.id – Anggota DPR RI, Hinca IP Pandjaitan, gelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Saat sosialisasi Hinca Panjaitan menekankan kepada semua masyarakat selaku warga negara yang baik diharapkan dapat menjunjung tinggi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Harapan dan paparan itu disampaikan Hinca Panjaitan di daerah terpencil Desa Pematang Sei Baru Kecamatan Tanjung Balai Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Selasa (24/4) kemarin. Dalam acara sosialisasi, Hinca Panjaitan yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat itu banyak menyerap aspirasi warga nelayan tradisional dan petani terkait penegakan hukum.

Dalam acara sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan itu, turut hadir Kepala Desa Pematang Sei Baru, Hermansyah Panjaitan, Camat dan jajaran Kepolisian Kabupaten Asahan dan Tanjung Balai, Dinas Perikanan Kab Asahan, ratusan nelayan tradisional dan petani kelapa.

Adapun keluhan yang disampaikan masyarakat terkait persoalan hukum yang masih tebang pilih. Warga menuding pemberlakuan hukum berpihak kepada pengusaha dan penguasa. Sehingga nelayan tradisional tetap tertindas.

Seperti yang disampaikan Ketua Assosiasi Perkumpulan Nelayan Tradisional Desa Pematang Sei Baru, Hamdan. Menurut Hamdan, saat ini kehidupan nelayan tradisional sangat memprihatinkan akibat ‘dijajah’ nelayan Tengkrang alat tangkap canggih. Parahnya, kendati nelayan alat tangkap canggih sudah dilarang beroperasi di Zona 1 A tetapi tetap saja tidak mengindahkan sehingga sering nyaris bentrok.

Bahkan Permen No. 71 Tahun 2016 yang mengatur wilayah operasi alat tangkap Tengkrang dan tradisional tidak diindahkan. Tetap saja, nelayan alat tangkap Tengkrang, Tojok Kerang dan alat tangkap songkong beroperasi di wilayah tradisional. Tak heran persoalan yang sudah berlangsung puluhan tahun namun tidak ada yang peduli. Melalui pertemuan itu, Hamdan Panjaitan berharap Anggota DPR RI Hinca Panjaitan dapat membantu memfasilitasi keluhan mereka.

Keluhan yang sama juga disampaikan perwakilan nelayan warga Silau Baru Kecamatan Silau Laut, Abdul Wahab Simangonsong, mengutarakan yang sama. Akibat konflik nelayan Tengkrang dengan tradisional mengakibatkan kehidupan mereka menderita. “Pendapatan berkurang, sebelumnya Rp300 ribu per hari. Saat ini cuman Rp50 ribu. Untuk jajan anak sekolah nggak ada. Bahkan ada yang sampai putus sekolah. Yang pasti utang menimbun,” keluh Wahab.

Menurut Wahab, persoalan sudah berlarut-larut dan tetap merugikan nelayan tradisional. “Kalau memang masih ada hukum di negara kita ini, tolong selesaikan lah pak. Kami curahkan keluhan nelayan sama bapak,” terang Wahab dengan nada tinggi.

Menyikapi keluhan warga, Hinca Panjaitan turut prihatin. Hinca Pandjaitan yang duduk di Komisi III DPR RI ini berjanji akan menindaklanjuti dan membawa persoalan nelayan ke DPR RI untuk dibahas mencari solusi. “Persoalan ini akan saya sampaikan ke Menteri Kelautan dan  seluruh instansi terkait. Sejauh mana penegakan Permen No. 71 Tahun 2016. Tujuannya semua nelayan harus dapat keadilan. Keberadaan nelayan Tengkrang yang terbukti merusak terumbu karang dan habitat ikan, itu merupakan pidana. Ini harus cepat diselesaikan,” kata Hinca mengakhiri.(wol/mrz/data1)

Editor : RIDIN

Check Also

Ternyata, Insiden Peluru Nyasar ke Gedung DPR Bukan Kali Pertama Terjadi

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI Aboebakar Alhabsyi meminta pengelola Lapangan Tembak di Senayan, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: