Home / Fokus Redaksi / Hanya 7 Jam Bayi Mata Satu Madina Bertahan Hidup
WOL Photo

Hanya 7 Jam Bayi Mata Satu Madina Bertahan Hidup

MADINA, Waspada.co.id – Setelah mendapat perawatan medis bayi yang lahir dengan kondisi bermata satu di Kabupaten Mandailing Natal, meninggal dunia.

“Iya benar sudah meninggal. Tidak bertahan lama. Karena kondisi kesehatannya memang tidak baik,” kata Syarifuddin Nasution selaku Kepala Dinas Kesehatan Mandailing Natal, Jumat (14/9).

Menurutnya, pihak rumah sakit sudah mencoba semaksimal mungkin dalam penanganan bayi itu. Setiap 15 menit sekali selalu dilakukan pengecekan.Namun bayi itu hanya bertahan sekira tujuh jam pascakelahiran.

Selama di rumah sakit, bayi tersebut dipasangi alat bantu pernafasan. Itupun harus lewat mulut. Karena bayi itu terlahir tanpa hidung.

Bayi pengidap Cyclopia itu lahir sekitar pukul 15.30 WIB di RSUD Panyabungan Kota. Saat lahir, kondisi badannya membiru. Bahkan tidak mengeluarkan tangisan sama sekali.

Denyut jantungnya sangat lemah. Di bawah 100 beats per minute (bpm) yang merupakan angka normal. Dokter juga tampaknya sudah memperkirakannya. Karena dalam beberapa kasus, bayi bermata satu hanya bisa bertahan beberapa jam saja.

Sampai saat ini, belum ada dugaan pasti terkait penyebab sang bayi terlahir dengan satu mata. Namun Syarifuddin menuga kuat karena pengaruh obat-obatan dan virus rubella.

“Kita kuatnya di situ. Namun sampai saat ini ibunya belum bisa dimintai keterangan. Jawabannya masih linglung. Mungkin masih syok,” ungkapnya.

Orang tua sang bayi merupakan perantauan dari Pulau Jawa. Saat ini mereka tinggal di kawasan Kelurahan Kayu Jati, Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal.

Dari informasi yang dihimpun, ini adalah Fenomena ke tujuh yang terjadi di dunia. Terakhir diketahui pernah terjadi di Mesir pada Oktober 2015.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: