_
Home / Sumut / Hani: Kopi Sumut Diminati Pasar Internasional
foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

Hani: Kopi Sumut Diminati Pasar Internasional

BERASTAGI, Waspada.co.id – Kopi Arabika asal Sumatera Utara merupakan komoditi yang terkenal dengan kualitas dan diminati di pasar internasional. Hal tersebut diakui CEO International Islamic Trade Finance Corporation (ITFC), Hani Salem Sonbol.

Pernyataan itu disampaikan sesaat mewisuda 349 petani kopi dari Kabupaten Karo dan Dairi yang telah mengikuti program Coffee Export Development di Hotel Grand Mutiara, Berastagi, Kabupaten Karo, Selasa (16/7).

“Para penikmat kopi yang berada di Jeddah kebanyakan suka menikmati kopi asal Sumut, khususnya Arabika dari Tanah Karo, termasuk saya karena aromanya begitu khas,” ungkap Hani kepada wartawan.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah atau Ijeck juga menceritakan pengalamannya menikmati kopi Sumatera saat berkunjung ke Rusia.

“Saya pernah ke Rusia beberapa waktu lalu, singgah ke kota kecil dan salah satu kedai kopi. Pada dinding kedainya banyak tulisan tentang ragam Kopi Sumatera, jadi begitu terkenal lah Kopi Sumatera ini, kita harus manfaatkan itu,” cerita Ijeck.

Selain Jeddah, ada enam negara yang menjadi langganan Kopi Sumatera. Negara yang sangat berminat dengan Kopi Sumatera itu adalah Amerika Serikat (AS), Jerman, Jepang, Korea, Belanda, dan Tiongkok. Karena minat yang tinggi itu pula, pertumbuhan petani kopi di Tanah Karo cukup signifikan.

“Beberapa tahun terakhir pertanaman berkembang secara signifikan di Tanah Karo, sampai tahun 2018 luas tanaman kopi mencapai 9.178,44 hektar dan luas panen 6.875 hektar, dengan produktivitas 1.931,60 kg/hektar/tahun,” ujar Bupati Kabupaten Karo, Terkelin Brahmana.

Bupati juga menjelaskan bahwa Kabupaten Karo merupakan salah satu daerah di Sumut yang 80% masyarakatnya hidup dari sektor pertanian. Hal ini dapat dilihat dari PDRB sektor pertanian sebesar 56%.

Walau ditopang alam yang subur, Lidia Naibaho selaku Koordinator Program Petrasa mengatakan ternyata hasil produksi kopi dari Tanah Karo masih perlu ditingkatkan lagi. Hal itu karena masih banyak petani yang belum memahami proses pengolahan pascapanen secara benar.

“Karena itu, hampir satu tahun di Karo, kami membuat pelatihan dasar kepada petani kopi tentang membuat pupuk organik hingga pengolahan pascapanen. Dengan begitu diharapkan, produksi kopi di daerah ini akan semakin meningkat,” ucap Lidia. (wol/aa/data2)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Masyarakat Antusias Dengar Tausyiah UAS

MEDAN, Waspada.co.id – Ribuan warga Kota Medan dan sekitarnya memadati Masjid Agung Medan, Selasa (20/8). ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.