Home / Pemilu / Gus Irawan: Pergantian 17 Ketua DPC Gerindra, Hanya Revitalisasi Biasa
Gus Irawan Pasaribu memberi keterangan pers di kantor Gerindra Jl. DI Panjaitan, Minggu (5/11) kemarin terkait pergantian 17 ketua DPC Gerindra di Sumut. (WOL Photo/Ist)

Gus Irawan: Pergantian 17 Ketua DPC Gerindra, Hanya Revitalisasi Biasa

MEDAN, WOL – Ketua DPD Gerindra Sumatera Utara, Gus Irawan Pasaribu memberikan klarifikasi seputar munculnya aksi unjuk rasa oleh kader Gerindra yang menyebutnya melakukan tindakan sewenang-wenang terkait perubahan kepengurusan DPC Gerindra pada 17 kabupaten/kota di Sumatera Utara beberapa hari lalu.

“Itu kan revitalisasi biasa. Kenapa ribut? Di Banyak organisasi, instansi pemerintah, bahkan di organisasi kemahasiswaan pun biasa itu ada pergantian-pergantian. Jadi apa yang dilakukan Gerindra biasa saja,” kata Gus Irawan Pasaribu, ketua DPD Gerindra Sumut di kantornya, Minggu (5/11) kemarin, saat menggelar keterangan pers. Hadir bersamanya Sekretaris Gerindra Sumut Robert L Tobing dan pengurus lainnya.

Dalam keterangannya bersama pengurus DPD Gerindra Sumut, Gus memastikan dari 17 DPC tersebut tidak dipecat, melainkan dipromosikan menjadi pengurus di tingkat DPD Sumut dengan berbagai pertimbangan yang sangat logis.

“Alasan utamanya untuk kepentingan organisasi. Ada beberapa pengurus yang meminta dirinya diganti karena alasan keluarga dan juga kesehatan seperti di DPC Langkat, Samosir, Toba Samosir dan DPC Simalungun. Kemudian ada juga karna menjadi anggota DPRD Sumut seperti saudara Parlinsyah dimana beliau juga menjadi Wakil Ketua DPRD Sumut, jadi sesuai instruksi pusat tidak boleh rangkap jabatan,” katanya.

Gus menambahkan selain alasan mengundurkan diri, beberapa Ketua DPC yang diganti juga disebabkan tidak berjalannya konsolidasi kader di daerah maupun karena persoalan hukum sebagian pengurus. Hal ini seperti yang terjadi di DPC Karo yang bahkan beberapa PAC menyurati kami yang menyatakan keberatan atas tidak berjalannya konsolidasi partai disana, Ketua Fraksi disana juga menyurati kita mengenai kondisi disana dimana ada persoalan dana partai yang tidak sampai ke tujuan.

“Mungkin ini  yang disebut Ketua DPC Karo Abed Nego kemarin bahwa saya melakukan pergantian karena politik transaksional, padahal tidak. Dan meskipun demikian, mereka tetap kita akomodir masuk menjadi pengurus di DPD Gerindra,” ujarnya.

Satu hal lagi kata Gus Irawan, rotasi jabatan ketua pada 17 DPC tersebut diputuskan DPP Gerindra melalui SK yang ditandatangani langsung oleh Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani.

“Jadi di Gerindra itu ada namanya Badan Seleksi Organisasi (BSO). Semua masukan dari daerah masuk kesana dan mereka menggodoknya termasuk melakukan klarifikasi ke daerah. Jika dinilai sudah memenuhi syarat, maka mereka menyampaikan hasilnya kepada DPP Gerindra dan Dewan Penasehat Gerindra. Dari sanalah turun SK yang ditandatangani oleh pak Prabowo dan pak Sekjen Gerindra Ahmad Muzani.

Dalam keterangannya, Gus Irawan mengaku bahwa pergantian atau resposisi jabatan 17 Ketua DPC itu sesuai dengan SK Ketua DPP Gerindra Prabowo, dan ditanda-tangani langsung.

“Sebenarnya saya sendiri tidak masalah terkait tuduhan-tuduhan itu. Namun kader mendesak saya untuk segera bicara yang sebenarnya agar masalah ini tidak salah paham. Pergantian itu disahkan dan diteken Ketua DPP Gerindra Prabowo Subianto. Bukan ada tekenan saya di SK ini,” ujar Gus Irawan sembari menunjukkan SK tersebut.

Menurutnya, pergantian jabatan itu sudah sesuai mekanisme jalur AD/ART yang ada di Gerindra. Artinya Gus mengatakan diantara mereka diganti akibat konsolidasi partai tidak berjalan optimal baik ditingkat DPC hingga PAC. Selain itu beberapa dari mereka juga ada yang meninggal. mengundurkan diri karena sakit, dan tersandung kasus hukum.

“Jadi mekanismenya DPD Gerindra punya wewenang untuk mengajukan susunan personalia partai di tingkat DPD dan DPC kepada DPP. Lalu pengajuan usulan DPD maupun DPC dibahas melalui Badan Seleksi Organisasi (BSO). Selanjutnya laporan yang diterima BSO disaring untuk diajukan ke Ketua DPP dan selanjutnya Ketua DPP akan mengeluarkan SK-nya,” papar Gus dan mengaku kewenangan DPP itu tertulis di pasal 21 ayat 2 point (b).

Gus mengaku merasa lucu dengan adanya aksi demo kader beberapa hari lalu. Menurutnya, para pendemo banyak bukan kader Gerindra. “Yang saya lihat dari gambar yang beredar, cuma ada 4 kader Gerindra yang di aksi tersebut, selebihnya kader bayangan,” cetusnya.

Diberitakan sebelumnya beberapa orang kader Partai Gerindra melakukan aksi unjuk rasa di depan Tugu Sisingamangaraja, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Kamis (2/11). Dalam aksi tersebut mereka mendesak agar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto segera mencopot Gus Irawan Pasaribu dari jabatannya sebaai Ketua DPD Gerindra Sumut dengan alasan yang bersangkutan menurut mereka bertindak sewenang-wenang terhadap kader di daerah. (wol/ags/min/data1)

Editor: Agus Utama

Check Also

Ketua Komisi VII Dorong Industri Percepat Gunakan EBT

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu meminta kegiatan industri di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: