Breaking News
Home / Sumut / Gubsu Tinjau Langsung Lokasi Banjir Bandang Padang Sidempuan
WOL Photo
WOL Photo

Gubsu Tinjau Langsung Lokasi Banjir Bandang Padang Sidempuan

PADANG SIDEMPUAN, WOL – Usai membuka Musrenbang se-Kepulauan Nias dan Peringatan 12 Tahun gempa Nias, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi langsung terbang dari Bandara Binaka Gunung Sitoli menuju Bandara Aek Godang di Padang Lawas Utara menuju lokasi banjir bandang Tapanuli Selatan dan Kota Padang Sidempuan, Rabu (29/3) sore.

Gubsu Erry didampingi anggota DPD RI Parlindungan Purba, Kepala BPBD Riadil Akhir Lubis, Kadis Pendidikan Arsyad Lubis, Kadis Sosial Rajali, Kadis Kehutanan Harlen Purba dan Plt Kadis PU Prasarana Tata Ruang Abdul Haris Lubis disambut Wakil Bupati Tapsel Aswin Siregar, Wakil Wali Kota Padang Sidempuan Muhammad Isnandar Nasution, Kapolres Padang Sidempuan AKBP Helmi Lubis, Sekda Tapsel Parulian Nasution dan sejumlah SKPD Tapsel dan Sidempuan lainnya.

Gubsu Erry dan rombongan tiba menjelang magrib di lokasi banjir bandang di Desa Sibio-bio – Sijungkang, Kecamatan Pargarutan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan dan di Batunadua, Kota Padang Sidempuan.

Gubsu Erry menuturkan, jika dilihat dari lokasi, begitu besar air banjir bandang yang terjadi hingga menghancurkan jembatan yang menghubungkan tiga kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan. “Tiga kabupaten/kota yaitu Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan dan Kabupaten Mandailing Natal diterjang banjir bandang. Seperti di Desa Sibio-bio ini, jembatan yang begitu besar yang menghubungkan tiga kecamatan ini hancur diterjang banjir bandang,” sebut Tengku Erry.

Dalam kesempatan itu, Gubsu Erry menyampaikan keprihatinan dan duka yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa, harta benda lainnya. “Dari informasi yang didapatkan, musibah banjir bandang menelan 7 orang korban meninggal dunia. 5 orang di Kota Padang Sidempuan, 1 orang dari Kabupaten Tapanuli Selatan dan 1 orang dari Kabupaten Mandailing Natal dan mengakibatkan ratusan rumah rusak serta hanyut,’’ tutur Erry.

Tengku Erry menegaskan bahwa musibah ini tentunya menjadi pembelajaran bagi kita. Ada tiga hal yang akan dilakukan pemerintah pada saat terjadi bencana di daerah. Yang pertama sebut cari dan selamatkan (safe and rescue). Kedua tanggap darurat, bupati dan walikota yang terkena bencana harus mengutamakan hal-hal yang berhubungan dengan kemanusiaan seperti tempat tinggal yang dibutuhkan para korban untuk tempat tinggal sementara seperti tenda-tenda atau tempat tempat lain yang bisa dihuni sementara. Begitu juga masalah kesehatan.

Check Also

WOL Photo

Presiden Jokowi Ramah Tamah Dengan Pengungsi Sinabung di Siosar

SIOSAR, WOL – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi relokasi hunian tetap (huntap) yang menjadi pemukiman ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.