_
Home / Sumut / Gubsu Ingatkan Semua Pihak Tentang Perpres 62/2011
foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

Gubsu Ingatkan Semua Pihak Tentang Perpres 62/2011

MEDAN, Waspada.co.id – Untuk mendorong percepatan pembangunan kawasan terintegrasi Medan, Binjai, Deliserdang, dan Karo (Mebidangro) dibutuhkan kesungguhan dan kerja sama. Untuk itu, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengingatkan Peraturan Presiden (Perpres) No 62 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Mebidangro.

Hal itu disampaikan Gubernur saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Mebidangro di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Selasa (15/10).

“Ini untuk kesejahteraan rakyat, ayo bersama-sama kita kejar ini,” ujar Gubernur.

Hadir di antaranya Bupati Serdang Bedagai Soekirman, Direktur PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Darwin Trisna Djajawinata, Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut Effendy Pohan, Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumut Ida Mariana, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Sumut Hasmirizal Lubis, Parlindungan Purba, perwakilan Pemkab Deliserdang, Pemkab Karo, Pemko Medan, dan Pemko Binjai.

Mebidangro merupakan Kawasan Strategis Nasional (KSN) yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Diharapkan akan menjadi kawasan metropolitan terintegrasi yang merupakan wajah Sumatera Utara.  Karena itu, Edy meminta semua pihak ikut terlibat membenahi wajah Sumatera Utara.

Terkait hal tersebut, kata Gubsu, telah keluar Perpres 62/2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Mebidangro pada tahun 2011. Dalam Perpres itu, disebutkan mengenai pedoman dan agenda yang harus dilakukan.

“Dengan Perpres ini, sudah bisa berbuat, melakukan, dan menjalankan sampai tingkat pelaksanaannya berarti perintah ini sejak 2011 ini, ke depan kita dasarnya adalah ini,” kata Edy.

Kepala Bappeda, Hasmirizal Lubis, memaparkan agenda Mebidangro yang telah dibangun, di antaranya Kualanamu International Airport (KNIA), Tol Medan-Binjai, Tol Kualanamu-Lubukpakam-Tebingtinggi, jalan akses non tol Kualanamu-Percut Seituan, peningkatan bus rapid transit Mebidangro, pembangunan elevated double track kereta api lintas Medan-KNIA, pembangunan Terminal Peti Kemas Belawan, dan peningkatan IPAL Cemara.

Hazmirzal juga menyebutkan ada beberapa agenda Mebidangro yang sedang atau dalam proses pembagunan. Di antaranya, pembangunan Bendungan Lausimeme, pembangunan jalan tol dalam Kota Medan, peningkatan akses Medan-Berastagi, pembangunan LRT Mebidangro, pembangunan jalan non tol lingkar utara Mebidangro, pembangunan sistem penyediaan air minum regional kapasistas 2.000 liter/detik, pembangunan TPA regional Mebidangro, pengendalian banjir Sungai Babura dan Kera, penyediaan RTH publik, penataan DAS di hulu Kabupaten Karo, revitalisasi Pusat Pasar Kota Medan, peningkatan RS Haji Medan, sport centre, dan botanical garden.

Selain itu, Kabupaten Serdang Bedagai dan Langkat juga akan direkomendasikan ditambah ke dalam Mebidangro. Rekomendasi tersebut akan disampaikan kepada Menteri Koordinator Perekonomian RI. (wol/aa/data1)

editor AUSTIN TUMENGKOL

适适

Check Also

Tahun 2020, Kapolri Harus Mampu Jadikan Indonesia ‘Zero Narkoba’

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua DPD Ikatan Penasehat Hukum Indonesia Sumatera Utara (IPHI Sumut), M Sa’i ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.