_
Home / Sumut / Gubsu dan CI Indonesia Bahas Konsep Pembangunan Berkelanjutan
foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

Gubsu dan CI Indonesia Bahas Konsep Pembangunan Berkelanjutan

MEDAN, Waspada.co.id – Meski menggenjot pembangunan di berbagai sektor, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pempovsu) tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan. Target pembangunan pun tercapai, lingkungan tetap terjaga asri dan indah.

Hal itu terungkap dalam pertemuan Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi dengan rombongan Conservation International (CI) Indonesia di ruang kerjanya, Rabu (21/8). CI Indonesia merupakan organisasi nirlaba yang bekerja di Indonesia sejak tahun 1991, membantu pemerintah di bidang konservasi sumber daya alam darat dan laut.

Dalam pertemuan itu, antara lain dibahas penerapan konsep pembangunan berkelanjutan yakni proses pembangunan berwawasan lingkungan.

“Saya menyambut baik program seperti ini, saya butuh yang seperti ini. Alam dan lingkungan merupakan anugerah Tuhan yang harus kita jaga, kita jangan tahunya cuma merusak. Ini yang ingin saya wujudkan di Sumut, pembangunan jalan tapi lingkungan tetap indah,” ucap Gubsu.

Untuk menjaga keseimbangan ekosistem ini, beberapa langkah telah diambil. Salah satunya groundbreaking yang menandai dimulainya pelebaran Sungai Badera. Pepohonan dan bangunan yang berada di bantaran Sungai Badera diratakan. Ke depannya, Edy ingin seluruh pembangunan di masa depan memperhatikan keberlanjutan dan lingkungan.

“Jika tidak, risiko yang harus ditanggung dan kerugian yang harus dibayar akibat pembangunan yang tidak terencana justru lebih besar. Selama itu untuk kebaikan lingkungan Sumut, tentu Kami siap menerima masukan dan membuka kerja sama atau partnership,” tutur Edy.

Nassat Idris, selaku Senior Direktur Terresterial CI Indonesia, menyampaikan misi utama pihaknya adalah melindungi hal-hal penting yang disediakan alam untuk kehidupan, seperti air bersih, udara yang segar, makanan bergizi, iklim yang stabil, mata pencaharian masyarakat, dan keindahan alam yang penting bagi manusia.

“Sumut merupakan daerah dengan sensitivitas tinggi secara ekologis, sehingga kegiatan perbaikan lingkungan sangat penting. Penelitian kami menunjukkan bahwa dari tahun 2001 hingga 2018, Sumut kehilangan tutupan hutan seluas 345 ribu hektar. Ini sangat disayangkan, pak,” paparnya.

Untuk membantu pemulihan dan keseimbangan ekosistem di Sumut, CI Indonesia memberikan masukan beberapa langkah yang harus diambil. Di antaranya, pengembangan wilayah strategis melalui konservasi dan perlindungan tata air, produksi komoditas berkelanjutan, dan restorasi wilayah sensitif, hutan sosial serta gambut. (wol/aa/data2)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Edy: Pemuda Harus Bermental Konstruktif dan Cerdas

MEDAN, Waspada.co.id – Pemuda memilki peran penting dalam membangun bangsa. Bahkan, masa depan bangsa ada ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.