_
Home / Sumut / Gubsu Bahas Percepatan Kawasan Wisata Danau Toba
foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

Gubsu Bahas Percepatan Kawasan Wisata Danau Toba

JAKARTA, Waspada.co.id – Tindak lanjut upaya percepatan pembangunan kawasan Danau Toba kembali dibahas dalam Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Kawasan Pariwisata Danau Toba. Rapat dipimpin Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi di Jakarta, Rabu (6/2).

Dalam rapat koordinasi tersebut, ada beberapa rencana dan rekomendasi yang dibahas untuk menunjang percepatan pembangunan kawasan wisata Danau Toba. Salah satunya yang dirancang oleh Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), yakni merampungkan pilot project bertema ‘nomadic tourism’ pada April mendatang.

Nomadic Tourism merupakan konsep wisata temporer, baik dari segi akses atau amenitas (fasilitas pendukung). Konsep ini diharapkan mampu menjangkau destinasi-destinasi wisata alam di Indonesia yang beberapa bagian merupakan kepulauan dengan akses yang susah dijangkau.

Gubsu mengapresiasi rencana pembangunan pilot project di zona otorita yang dipresentasikan oleh Direktur Utama BPODT, Arie Prasetyo. Untuk memastikan keberhasilannya, Gubsu merencanakan pertemuan lanjutan yang lebih intens untuk mengkaji berbagai kemungkinan dan ide-ide tambahan memperkaya konsep nomadic tourism tersebut.

“Saya ingin mengingatkan agar konsep ini juga mempertimbangan prinsip berkelanjutan. Artinya, kita jangan asal dan yang penting ada yang dibangun, tetapi juga kita pikirkan agar keberadaan konsep ini memberi nilai tambah dan memperkaya variasi wisata di Danau Toba,” ujar Gubsu.

“Hal penting lainnya adalah pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. Jangan sampai jadi penonton saja mereka, tetapi harus ikut menikmati hasil dari keindahan alam Danau Toba. Ke depannya, kita harapkan pekerjanya adalah SDM lokal,” katanya.

Selain itu, untuk menunjang SDM yang mumpuni di sektor wisata, Gubsu merencanakan akan melakukan pembahasan lanjutan terkait penambahan sekolah pariwisata melalui SMK. Porsinya, SMK 70 persen dan SMA 30 persen.

Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, sepakat dengan usulan Gubsu. Luhut menyampaikan bahwa hal tersebut juga telah menjadi perhatian Presiden Jokowi. Selain itu, Luhut juga menyinggung masalah kebersihan dan kerusakan lingkungan yang diamatinya saat terakhir berkunjung ke Danau Toba, bulan lalu.

“Kotoran ternak dan kerambah-kerambah yang merusak kelestarian Danau Toba, saya kira harus ada tindak-tindak administratif pada mereka,” saran Luhut.

Direktur Utama BPODT, Arie Prasetyo, memaparkan pengembangan lahan perintisan atau pilot project nomadic tourism yang akan rampung pada April mendatang ini diperkirakan butuh dana Rp1.823.263.200.000 dan dilakukan secara bertahap. Adapun item yang akan dibangun meliputi infrastruktur, fitur lansekap, kantor, bangunan penunjang, dan fasilitas umum. (wol/aa/data2)

editor: AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Ilyas Sitorus: Bupati Batubara Wujudkan Janji Kampanye

BATUBARA, Waspada.co.id – Bupati Batubara, Ir Zahir MAP, mengatakan bantuan seragam sekolah bagi peserta didik ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.