Home / Sumut / Gagal di Final, Tim Putra Fahmil Qur’an Sumut Tempati Urutan Ketiga
Foto: Waspada.co.id

Gagal di Final, Tim Putra Fahmil Qur’an Sumut Tempati Urutan Ketiga

MEDAN, Waspada.co.id – Gagal di final sebagai juara, tim putra cabang fahmil qur’an Sumatera Utara hanya menempati urutan ketiga. Meski kalah dari dominasi Banten dan Riau, tim tuan rumah tetap ikhlas dan tampak sabar.

Kegagalan meraih peringkat juara 1 diakui juru bicara tim fahmil qur’an putra, Muhammad Nizar Hamdi Nasution sebagai sebuah pelajaran berharga dan patut dijadikan evaluasi kekuatan tim kafilah Sumatera Utara.

“Kami tetap bersyukur meskipun meraih peringkat ketiga dan tampil tidak maksimal, alhamdulillah Sumut tetap juara umum untuk cabang fahmil qur’an ini seteleh tim putri unggul sebagai juara 1 di sesi pertama,” sebut Nizar.

Bagi mereka tampil di final merupakan suatu kebanggaan tersendiri setelah sekian puluh tahun lamanya Sumatera Utara selalu tersingkir di babak-babak awal penyisihan Musabaqoh Fahmil Qur’an (MQF).

“Inilah musabaqoh, menang dan kalah adalah hal biasa, yang penting kami sudah memberikan yang terbaik buat Sumatera Utara,” kata Nizar yang diamini Zaky Marzuki Affandi dan Nouval Mursyid Rahmadinata.

Dari dua babak soal yang diperlombakan, baik di soal beregu dan rebutan, tim Provinsi Banten yang diwakili M.Rizal Gifari, Ayyash Lukman Hakim dan Hilman Hujjazi berhasil mengumpulkan poin nilai tertinggi 1185. Sedangkan tim Provinsi Riau dan Sumut masing-masing mengumpulkan poin nilai 865 dan 645.

Ketua LPTQ Provinsi Sumatera Utara, H. Asren Nasution yang hadir di babak final untuk menyemangati tim tuan rumah menyebut, apa yang sudah diraih tim fahmil qur’an Sumut merupakan prestasi yang membanggakan.

“Kita sudah lama puasa gelar juara di cabang ini. Alhamdulillah kita berhasil meraih juara 1 di kategori putri dan juara 3 di kategori putra. Mari kita rayakan kemenangan dengan suka cita dan akui kekalahan dengan menyebut alhamdulillah,” sebut Asren.

Ditanya apakah hasil akhir ini nantinya akan dijadikan evaluasi, Asren menyebut evaluasi secara menyeluruh pasti akan dilakukan LPTQ termasuk mempertahankan metode pelatihan dari cabang-cabang MTQ kepada peserta untuk persiapan prestasi di masa mendatang.

”Kita akan tetap mempertahankan dan meningkatkan sistem pelatihan ini kepada peserta secara berkelanjutan. Pak Gubernur sendiri punya komitmen kuat untuk membumikan al-qur’an di Sumatera Utara ini terutama kepada generasi muda,” jelasnya.

Staf ahli Gubsu ini menyebut, prestasi di cabang fahmil qur’an yang sudah puluhan tahun tidak pernah menembus final merupakan semangat baru yang harus ditingkatkan dan dipertahankan. “Ini sebuah spirit baru bagi Sumatera Utara. Mudah-mudahan atas izin Allah SWT kita bisa berhasil meraih juara umum tahun 2018 ini. Amin,” doanya. (wol/data2)

Editor: RIDIN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: