_
Home / Sumut / Gadis Belia Diperkosa 11 Orang
Ilustrasi

Gadis Belia Diperkosa 11 Orang

MEDAN, WOL – Seorang gadis belia asal Lumban Suhi-suhi Toruan, Pangururan, Samosir, Sumatera Utara (Sumut), IS (16) diduga diperkosa oleh 11 orang di kampungnya. IS diperkosa oleh 11 orang dalam waktu yang berbeda. Salah satu di antara pelaku disebut merupakan Kepala SD berinisial BS.

Dari informasi, awal mula pemerkosaan terhadap gadis di bawah umur tersebut, dilakukan oleh pelaku J. Laki-laki itu melancarkan aksinya dengan mengancam akan memerkosa adik korban jika tidak menuruti kemauannya.

Setelah memuaskan nafsu bejatnya, J kemudian menawarkan IS kepada pelaku lain. Alhasil, sembilan pelaku itu pun ikut menyetubuhi korban. Untuk menutup mulut korban, pelaku sempat memberikan uang sebesar Rp 20.000 kepada IS.

Pencabulan ini terungkap oleh keluarga korban saat J kembali mencoba menyetubuhi IS pada Juli 2015. J tertangkap basah saat hendak memerkosa IS. Di situ terbongkar jika IS telah diperkosa oleh 10 pemuda dan Kepala SD hingga hamil 5 bulan.

“Karena pelapor sepertinya ada keterbelakangan mental,” kata Kapolres Samosir, AKBP Eko Suprihanto, Minggu(11/10) siang.

Kepada polisi, IS mengaku bahwa BS selaku Kepala SD bukan hanya sekali memperkosanya, tapi sebanyak tiga kali. Peristiwa itu terjadi pada Desember 2014.

BS mengiming-ngimingi IS akan diberikan ijazah SD nya yang belum diambil lantaran tidak punya uang. Pelaku lantas mengajak korban ke rumahnya. Tanpa rasa curiga, IS pun mengamini tawaran BS. BS kemudian membawa IS ke sebelah rumahnya yang kosong. Pada saat itu lah BS menggagahi korban.

Usai melakukan aksi itu, BS tidak juga memberikan ijazah. BS justru memanfaatkan ijazah itu untuk memperkosa IS pada hari yang berbeda. Dengan memberi ancaman, BS mencabuli IS sampai tiga kali.

Meski sudah mendapatkan sejumlah keterangan dari korban, polisi baru menetapkan satu dari 11 pelaku, yaitu JS alias K (45), seorang petani.

“Penetapan tersangka itu berdasarkan gelar perkara dan minimal 2 alat bukti yakni visum et repertum, keterangan korban dan saksi kakak korban serta 1 unit kendaraan roda dua dan sandal milik tersangka,” ujar Eko.

Eko berjanji akan mengusut kasus ini sampai tuntas. Sekalipun, lanjut Eko, anak dari salah satu pelaku pencabulan yakni BS adalah seorang anggota polisi. Eko membantah bahwa status anak BS sebagai salah satu anggota akan menghentikan penanganan kasus tersebut.

适适

“Pasti (kami proses). Kasusnya tetap kami proses,” pungkas Eko.
(wol /lvs/data1)

Check Also

Nawal Ajak Semua Pihak Tanggulangi TB di Sumut

MEDAN, Waspada.co.id – Perkembangan Tuberkulosis (TB) masih mengkhawatirkan karena menjadi penyebab kematian kesembilan di dunia, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.