_
Home / Sumut / Edy Prihatin Masih Banyak Anak Sumut Putus Sekolah
WOL Photo/Ist

Edy Prihatin Masih Banyak Anak Sumut Putus Sekolah

MEDAN, Waspada.co.id – Generasi muda jadi garda terdepan membangun bangsa yang bermartabat.  Sebagai penerus bangsa, generasi harus memiliki kemampuan dan pengetahuan yang lebih luas ke depannya.

Demikian disampaikan Cagub Sumut nomor urut 1 H Edy Rahmayadi menyinggung peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2018.

Dijelaskan Edy, untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, maka pendidikan yang diberikan juga harus maksimal.

“Di era globalisasi saat ini, kondisi mutu pendidikan cukup memprihatinkan. Masih banyak anak-anak yang putus sekolah dikarenakan masalah perekonomian. Ini ironi di tengah limpah potensi sumber daya alam di Sumatera Utara ini,” kata Edy.

Di Provinsi Sumut, sepanjang 2017 angka putus sekolah mencapai angka 13.703 anak.

Dengan rincian tingkat SMA / MA 3.501 siswa. Untuk tingkat SMP / MTs 5.003 siswa. Untuk tingkat SD / MI angka putus sekolah mencapai 5.199 siswa. “Ini keprihatinan bagi semua termasuk saya pribadi,” kata Edy.

Untuk itu, peringatan Hardiknas harus dijadikan momentum bagi bangsa ini untuk lebih nyata meningkatkan mutu pendidikan.

Misalnya, pemerintah harus bisa menjamin kesetaraan sarana dan prasarana pendidikan. Untuk meningkatkan mutu pendidikan harus adanya kerjasama antara pemerintah dengan anak-anak penerus bangsa.

“Generasi ini harus diwarisi ilmu pendidikan agar mampu menjaga bangsa dari penjajahan globalisasi. Mewarisi ilmu lebih baik ketimbang mewarisi harta kepada generasi kita. Dan jangan warisi anak-anak kita dengan kecurangan,” imbuh Edy.

Edy menjelaskan kenapa ilmu lebih penting ketimbang harta. Pertama, ilmu menjaga pemiliknya, sedangkan harta harus selalu dijaga oleh siapa yang dititipi kekayaan harta. “Jika ilmu menguasai harta, maka akan menjadi mulia. Sementara itu, jika harta menguasai ilmu, maka dua perkara ini akan menjadi hina dina,” kata Edy.

Menurut Ketum PSSI itu, harta pasti berkurang saat dibelanjakan, sedangkan ilmu akan senantiasa bertambah dan berkah jika ditularkan kepada orang lain. “Masih banyak lagi yang bisa kita ulas soal ilmu ini. Tapi yang utama adalah ilmu bagi generasi bisa menjamin bangsa ini dari kehancuran,” kata Edy. (wol/erm/ags/data2)

Check Also

Edy Paparkan Tiga Prioritas Pengembangan Pariwisata Danau Toba

JAKARTA, Waspada.co.id – Demi terwujudnya destinasi wisata super prioritas, Kementerian Pariwisata menggelar rapat koordinasi nasional ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.