_
Home / Sumut / Edy Ingin Perkuat Kerja Sama Perdagangan dan Peternakan
foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

Edy Ingin Perkuat Kerja Sama Perdagangan dan Peternakan

MEDAN, Waspada.co.id – Hubungan kerja sama antara Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan India sudah terjalin sejak lama. Ke depan, diharapkan kerja sama tersebut semakin ditingkatkan, utamanya di bidang perdagangan dan peternakan.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi saat menerima kunjungan Duta Besar India untuk Indonesia dan Timor Leste, Pradeep Kumar Rawat, di ruang kerjanya, Rabu (2/10).

“Kita ini penghasil ulos dan songket, tetapi benang kita impor dan salah satunya impor dari India. Sekarang kita ingin bisa memproduksi benang sendiri, entah itu membeli mesin dari India dan mendidik masyarakat kita untuk produksi benang atau India yang berinvestasi di sini untuk memproduksi benang,” kata Gubernur.

Diketahui, India merupakan negara tujuan ekspor ketiga Sumut setelah Amerika Serikat dan Tiongkok. Pada Januari-Mei 2019, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan ekspor Sumut ke India sebesar 195,987 juta dolar AS dengan impor 96,807 juta dolar AS (surplus). Sebagian kerja sama tersebut adalah kelapa sawit dan produk turunannya, batu bara, kelapa, dan gambir.

Edy juga mengharapkan ke depan Sumut dapat mengurangi impor daging kerbau yang rata-rata setahun sebesar 1500 ton. Antara lain melalui investasi pengembangan peternakan di Sumut. Untuk itu, Pemprovsu memberikan kesempatan investor India untuk berinvestasi usaha peternakan kerbau.

“Ini perlu kita dalami lagi. Kita akan coba permudah investor India yang ingin membuka peternakan kerbau di Sumut. Bila ada, kita akan siapkan lahannya. Bila berhasil, tentu ini sangat menguntungkan, memangkas ongkos, dan memberdayakan masyarakat Sumut sendiri. Tetapi, ini perlu kajian lebih dalam lagi, terutama soal regulasi,” tambah Gubsu.

Duta Besar India, Pradeep Kumar Rawat, menyambut baik apa yang disampaikan Gubernur. Pihaknya akan menindaklanjuti potensi kerja sama tersebut. Bidang lain yang punya potensi besar untuk dikerjasamakan, katanya, di bidang pariwisata.

Menurutnya, potensi kerja sama di bidang pariwisata sangat besar, hanya saja kendala saat ini adalah masalah promosi dan penerbangan. Tahun ini, turis India mencapai 600 ribu orang dengan tujuan Jawa, Bali dan Lombok. Ke depan, akan diupayakan turis India ke Sumut.

“Dengan kerja sama Sumut, kita akan mengarahkan turis ke Sumut untuk melihat Danau Toba, Brastagi, dan daerah menarik lainnya. Potensi pariwisata Sumut ini besar, hanya saja sedikit yang datang karena kurang promosi di negara kami. Ditambah lagi tak ada penerbangan langsung dari India ke Sumut,” kata Pradeep didampingi Konsulat Jenderal India Raghu Gururaj.

Selain itu, kerja sama bidang pendidikan juga akan dijajaki. Pertukaran pelajar, beasiswa, dan pelatihan. Dikatakan, pihaknya punya program-program pendidikan di India dan sudah sering kerja sama dengan ITB dan UI dan beberapa kampus di Jawa. Selanjutnya, kerja sama tersebut akan dilakukan di Sumut. (wol/aa/data1)

适适

editor AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Festival Ulos dan Kain Tenun Sumut Digelar di Anjungan TMII

JAKARTA, Waspada.co.id – Untuk melestarikan sekaligus menyosialisasikan kekayaan budaya asal Sumatera Utara, khususnya ulos dan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.