Home / Sumut / EBT Harus Dioptimalkan Untuk Menjamin Ketersediaan Energi
Foto: Waspada.co.id

EBT Harus Dioptimalkan Untuk Menjamin Ketersediaan Energi

SUMUT, Waspada.co.id – Pemerintah didorong untuk melibatkan anak-anak atau generasi muda dalam menjaga kelestarian alam yang nantinya bisa dijadikan potensi sumber energi di masa depan.

Selain itu, potensi energi baru terbarukan (EBT) di Sumatera Utara harus dioptimalkan untuk menjamin ketersediaan energi.

Dosen prodi Teknik Lingkungan Universitas Sumatera Utara (USU), Isra’ Suryati mengatakan bahwa kebutuhan listrik di Sumut ataupun secara nasional tumbuh per tahunnya lima hingga tujuh persen.

“Jadi harus mulai memikirkan energi baru terbarukan, tuturnya saat menjadi narasumber dialog Energi Terbarukan dan Masa Depan Anak Indonesia yang diadakan Yayasan Kelompok Kerja Sosial Perkotaan (KKSP), Jumat (31/8).

Kondisi listrik di Sumut saat ini antara lain bergantung pada dukungan tambahan daya dari Marine Vessel Power Plan (MVPP) milik Turki sebesar 240 MW. Masalah akan muncul setelah kontrak penyewaan MVPP berakhir pada 2022.

“Artinya ancaman krisis listrik kembali menghantui Sumut. Di sinilah pemerintah dituntut melakukan terobosan-terobosan untuk memenuhi kebutuhan listrik,” ujarnya.

Isra’ sangat setuju dengan konsep energi baru terbarukan yang diusung pemerintah dalam pemenuhan enegi ini. Penggunaan batu bara ataupun fosil dinilai sudah tidak bisa diandalkan, karena memiliki banyak kelemahan. Selain boros, cara konvensional itu juga merusak lingkungan,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LPAK) Sumut, Padian Adi Siregar mengatakan listrik masih masalah terbesar di Sumut sejak 13 tahun lalu.

“Pemerintah membenahi pembangkit yang sudah ada, seperti di Sibayak dan Sarulla yang belum beroperasi maksimal. Di Sarulla baru satu pembangkit yang beroperasi, di Sibayak juga karena ada masalah harga sehingga tidak optimal. Kalau ini dibenahi, saya yakin Sumut tidak akan mengalami krisis listrik,” tambah Padian.

Sementara menurut Wakil Direktur Eksekutif Yayasan KKSP, Maman Natawijaya menyatakan, pihaknya berharap dialog ini menghasilkan solusi yang menjadi masukan untuk pemerintah.

“KKSP sendiri mendorong pemerintah lebih melibatkan anak-anak atau generasi muda dalam menjaga kelestarian alam yang nantinya bisa dijadikan potensi sumber energi,” ungkapnya.

“Kita harus mulai membiasakan mempromosikan pentingnya kebutuhan energi untuk tumbuh kembang anak, dan mempromosikan gerakan pendidikan hijau untuk anak-anak. Selain itu, semua pemangku kepentingan perlu duduk bersama untuk mencari solusi terbaik dalam mencegah kekhawatiran soal lingkungan dalam membangun pembangkit berbasis energi terbarukan,” pungkasnya.(wol/Eko/data2)

Editor: RIDIN

Check Also

Siswa SD Global Prima Raih Prestasi di Olimpiade SCE 2017

MEDAN, WOL – Siswa-siswi SD Global Prima Medan, kembali mengukir prestasi se-Sumbagut di Science Competion ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: