Home / Sumut / Dosen diminta sosialisasi 4 pilar kebangsaan ke mahasiswa
WOL Photo

Dosen diminta sosialisasi 4 pilar kebangsaan ke mahasiswa

MEDAN, WOL – Gubernur Sumatera Utara,  H Gatot Pujo Nugroho, berharap para dosen di lingkungan Kopertis Wilayah I yang menjadi peserta Pelatihan Untuk Pelatih (Training of Trainers/ToT) Empat Pilar Kehidupan Berbangsa, dapat mengaplikasikan apa yang didapatnya dalam pelatihan kepada mahasiswanya masing-masing.

Harapan itu dikemukakan oleh Gubsu  Gatot Pujo Nugroho dalam Penutupan Pelatihan untuk Pelatih (Training of Trainers) Empat Pilar Kebangsaan di Lingkungan Kopertis Wilayah I Sumut, di Hotel Grand Kanaya Medan.

Pelatihan ini diselenggarakan oleh MPR RI bekerjasama dengan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah I Sumut yang secara resmi ditutup Wakil Ketua MPR-RI Hidayat Nur Wahid yang ditantadi oleh pemberian sertifikat dan pelepasan tanda peserta secara simbolis kepada peserta.

Hadir dalam Penutupan tersebut, Kopertis Wilayah I Sumut  Dian Armanto, Asisten I Pemprobvsu Hasiholan Silaen dan beberapa nara sumber serta seluruh peserta yang merupakan dosen- dosen perguruan tinggi swasta di Sumut.

Untuk itu, Gubsu menyatakan bahwa pelatihan ini sangat penting dilaksanakan, apalagi bagi Perguruan tinggi yang nantinya akan mengaplikasikannya kepada generasi muda. “Mudah-mudah apa yang didapatkan dalam seminar ini. Tolong disosialisasikan,” harapnya.

Menurut Gubsu lagi, bahwa dalam pelatihan untuk pelatih ini bisa di jadikan sebagai bagian dari sebuah ilustrasi ketika menyampaikan materi materi pelajaran. “Dengan begitu mahasiswa memiliki bekal yang utuh. Karena siklus kepemimpinan itu akan bergulir dan estafeta kepemimpinan itu pasti terjadi dimana para generasi mudalah nantinya yang akan melanjutkan kepemimpinan di masa akan datang,” katanya.

Dikatakan, pemahan tentang empat Pilar yang terdiri dari pancasila sebagai idiologi dan dasar negara, UUD Negara RI tahun 1945 sebagai landasan konstitusional, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara harus dapat dimengerti dan diimplementasikan pada segenap kompenen bangsa dalam kehidupannya berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid dalam sambutannya kemarin menyatakan, kegiatan ini adalah bagian yang sangat sangat penting untuk kita sukseskan dan untuk kita tindaklanjuti dan untuk kita teruskan.

“Seperti yang sudah dinyatakan dalam pembukan UU 45 bahwa kita merdeka tidak untuk jadi pennton, tidak untuk jadi pelengkap penderita. Namun Kita merdeka untuk terlibat dalamnya dan bahwa kita merdeka adalah hak segala bangsa,” katanya.

Maka, lanjutnya, segala penjajahan tidak sesuai dengan peri kemanusian dan keadilan. Karen itu harus dihapuskan dari muka bumi. “Negara-negara manapun pastilah mengajarkan pada warga negaranya, nilai-nilai berbegara itu, begitu juga negara kita,” ujarnya. (data2/wol)

Penulis: RIDIN
Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Pengembangan Pariwisata Sumut Butuh Dukungan Pusat

YOGYAKARTA, Waspada.co.id – Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Drs Eko Subowo MBA menghadiri Rapat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: