Home / Sumut / Disbubpar Sumut dan Elemen Bahas Pembangunan Berbasis Budaya-Cegah Korupsi
WOL Photo

Disbubpar Sumut dan Elemen Bahas Pembangunan Berbasis Budaya-Cegah Korupsi

JAKARTA, Waspada.co.id – Dalam menjalin koordinasi pembangunan kebudayaan antara Jakarta  dan Sumatera Utara para elemen membentuk satu forum diskusi yang bertemakan ‘Pembangunan Berbasis Budaya-Cegah Korupsi’ di Aula Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki (TIM) Jalan Cikini Jakarta Sabtu (21/4).

Acara yang diselenggarakan oleh Gerbraksu, LIPPSU, Geprindo dan Gerakan Selamatkan Indonesia tersebut sepakat mempunyai misi tolak korupsi bukan budaya.

Acara diawali dengan orasi budaya yang dibawakan oleh Ratna Sarumpaet dan mengundang beberapa orang pembicara antara lain Presiden Geprindo Bastian Simanjuntak, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Wan Hidayati, Kadis Budpar DKI Jakarta, Pimpinan KPK RI, dan Jurnalis Senior Teguh Sentosa dengan dimoderatori Koordinator GeRak Indonesia Harlan M Fahcra.

Koordinator Gerbrak, Saharuddin dalam sambutannya, pada acara tersebut menyebutkan pembanguan yang berbasis proyek di pemeintahan cendrung berbasis korupsi, maka perlu pembangunan budaya yang mencegah korupsi.

“Nilai-nilai kearifan lokal sangat dibutuhkan dalam pencegahan korupsi. Ada tiga pilar yang menurut kami bisa digunakan untuk menolak korupsi. Adat, agama, pancasila dan UUD 1946 adalah tiga pilar kebudayaan untuk memberantas korupsi,” ujar Saharuddin

Pembangunan berbasis kebudayaan menurutnya, adalah sedangkaian upaya transformasi sosial yang direncanakan, baik oleh pemerintah maupun organisasi dan kelompok masyrakat. “Sehingga terwujud dalam kebijakan dan program kerja guna mensejahterakan masyarakat berdasarkan keadilan sosial dan norma-norma kearifan lokal dan adat istiadat,” katanya.

Kadis Budpar Sumut, Wan Hidayati, mengatakan, kata budaya sangat tinggi nilainya jika bandingkan dengan kata korupsi.” Apapun ceritanya korupsi itu harus dicegah, baik yang berbudaya maupun yang tidak berbudaya,” ujar Hidayati.

Perbedaan suku yang memiliki beragam budaya merupakan modal kuat untuk mempererat rasa kebersamaan dalam mewujudkan tekad bersama memberantas korupsi.

Ratna Sarumpaet dalam orasi budayanya menyebutkan, korupsi di Indonesia sudah terus menggila sejak amandemen UUD 1945. Pancasila adalah budaya dalam pemberantasan korupsi, ” ujar Ratna.(wol/data1)

Editor: RIDIN

Check Also

Gubsu Buka Bazar Big Bad Wolf Books Medan 2018

MEDAN, Waspada.co.id – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), H Edy Rahmayadi, mengungkapkan bahwa manusia tanpa ilmu, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: