Home / Sumut / Di Berastagi, Bung Karno Pernah Diasingkan
WOL Photo/Ist

Di Berastagi, Bung Karno Pernah Diasingkan

BERASTAGI, WOL – Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) Nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat mengunjungi lokasi pengasingan Proklamator RI, yang juga presiden pertama Indonesia, Soekarno, di Desa Lau Gumba, Kecamatan Berastagi, Selasa (13/3).

Kini, lokasi di mana Putra Sang Fajar pernah tinggal, dijadikan mess penginapan yang dikelola Pemprov Sumut. Djarot Saiful Hidayat mengunjungi tempat bersejarah itu bersama sejumlah kader PDI Perjuangan seperti Baskami Ginting, Taufan Agung Damanik, dan Siti Aminah Peranginangin.

Djarot melihat ruangan dan tempat tidur yang digunakan Bung Karno bersama mantan Menteri Luar Negeri H Agus Salim dan mantan Perdana Menteri Sutan Syahrir selama dalam pengasingan.

Cagub yang didukung PDI Perjuangan dan PPP itu melihat pohon beringin dan pendopo yang digunakan Bung Karno untuk bersantai selama diungsikan di Kabupaten Karo.

Djarot mengatakan, lokasi pengasingan Bung Karno tersebut merupakan salah satu situs sejarah yang harus dirawat dan dipelihara. Hal itu disebabkan lokasi yang kini dijadikan mess tersebut merupakan salah satu bukti dan saksi sejarah perjalanan dan perjuangan para pendiri bangsa.

“Masyarakat harus tahu Bung Karno pernah diasingkan ke sini,” kata cagub yang berpasangan dengan Sihar Sitorus tersebut.

Belum lagi, lokasi pengasingan tersebut juga direncanakan penjajah Belanda untuk menghabisi nyawa Bung Karno. “Dari sejarah yang saya baca, di sinilah rencananya Bung Karno mau dibunuh,” ujar mantan Wali Kota Blitar itu.

Keunikan lain, kata Djarot,  yang cukup menarik perhatian adalah keberadaan pohon beringin yang berdaun Cemara.

Penjaga mess Sugeng Priyono, mengatakan lokasi pengasingan Bung Karno tersebut juga sering dikunjungi wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara seperti dari Belanda, Inggris, Kamboja, Malaysia, dan Singapura.

Sejarah mencatat, Bung Karno, H Agus Salim, dan Sutan Syahrir diasingkan selama 11 hari di tempat itu yakni sejak 22 Desember 1948 hingga 1 Januari 1949. “Tidak banyak yang dilakukan Bung Karno selama di sini karena beliau berstatus tawanan,” ujar Sugeng. (wol/ags/djs/data1)

Editor: Agus Utama

Check Also

Demi Olahraga Sumut, DJOSS Siapkan Rancangan Sport Center

MEDAN, Waspada.co.id – Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sihar Sitorus menilai peningkatan prestasi olahraga tak hanya ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: