_
Home / Sumut / Cantumkan Logo Partai Pengusung, PKPI Sumut Nyatakan Poltak-Ro Tidak Etis
Istimewa

Cantumkan Logo Partai Pengusung, PKPI Sumut Nyatakan Poltak-Ro Tidak Etis

MEDAN, WOL – Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Partai PKP Indonesia Sumut, Haryanto menyatakan hingga saat ini partainya belum memastikan bakal calon bupati yang akan maju di setiap daerah wilayah Sumatera Utara, khususnya Tobasa.

“Hingga saat ini Partai PKP Indonesia secara tegas menyatakan belum ada memutuskan siapa bakal calon yang akan kita usung di wilayah Sumatra Utara untuk maju dalam Pilkada di setiap daerah. Sebab PKP Indonesia masih melakukan penjaringan hingga tahap seleksi yang semuanya diputuskan oleh tim survei hingga nantinya diputuskan oleh DPN PKP Indonesia ,” ucap Haryanto kepada wartawan, kemarin.

Dikatakan, saat ini PKP Indonesia masih dalam tahapan seleksi penjaringan bakal calon bupati/Wabup di setiap daerah, belum ada yang kita tetapkan. Namun, secara tegas Haryanto sangat menyayangkan adanya pencantuman logo partai PKP Indonesia yang dilakukan oleh salah satu bakal calon di beberapa alat peraga sebagai alat kampanye oleh bakal calon (balon,red) bupati/wabup Tobasa Poltak Sitorus-Robinson Tampubolon, disingkat “Poltak-Ro”.

“Yang sangat kita sayangkan sekali untuk wilayah Tobasa karena logo partai kita telah dipakai oleh pasangan Poltak Sitorus-Robinson Simbolon dengan memasang berbagai spanduk dan stiker, serta benda lainnya untuk dijadikan alat peraga kampanye. Ini kita dapatkan informasi dari media massa yang telah melansirnya. Harusnya hal ini tidak dilakukan oleh pasangan tersebut, serta dapat menghormati proses tahapan seleksi yang dilakukan PKP Indonesia. Dan perlu digaris bawahi secara tegas PKP Indonesia belum ada memutuskan satu orang calon pun disana (Tobasa,red),” tegas Haryanto.

Ia menyatakan, secara tegas langkah yang dilakukan pasangan calon tersebut seharusnya tidak dilakukan karena tahapan pilkada masih belum final.

“Apa yang dilakukan pasangan Poltak Sitorus-Robinson Tampubolon di daerah Tobasa saat ini secara tegas saya katakan tidak etis. Karena tahapan pilkada masih dalam proses dan secara tegas PKP Indonesia pun belum ada memutuskan satu orang pun untuk diusung, sehingga hal ini menunjukan pasangan ini telah melangkahi partai,” tegas Haryanto.

Atas dasar ini, disambung Haryanto pihaknya akan mengambil sikap tegas dengan menyurati pengurus Partai PKPI Tobasa, serta melakukan investigasi ke daerah.

“Kita akan menyurati segera pengurus PKP Indonesia Tobasa, serta melakukan tahapan investigasi agar hal ini dapat diteruskan ke DPN PKP Indonesia.Jadi nantinya akan segera dikeluarkan rekomendasi atas peristiwa ini,” ucap Haryanto.

Namun, saat ditanyakan apakah bakal calon Poltak Sitorus-Robinson Tampubolon tersebut akan dicoret dari tahapan penjaringan, Haryanto masih tetap bersikukuh menyerahkan ke DPN PKP Indonesia.

“Untuk hal ini semuanya kita serahkan ke DPN PKP Indonesia. Jadi kita belum tahu langkah apa yang diputuskan, tapi kita hanya menyatakan sekali lagi apa yang dilakukan oleh balon Poltak-Ro di Tobasa itu tidak etis sekali,” katanya.

Sekedar mengingatkan, sebelumnya DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tobasa juga telah menyurati balon Bupati/Wabup Tobasa Poltak Sitorus-Robinson Tampubolon yang merasa keberatan atas pencantuman logo PDI-P pada stiker yang ditebar di setiap rumah. (wol/rls/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

TPS 146 Sediakan Photo Booth Untuk Pemilih

MEDAN, Waspada.co.id – Semarakkan pesta demokrasi dirasakan seluruh masyarakat Indonesia hari ini, Rabu 17 April ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.